Pencuri Laptop Diringkus Polisi

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Ajak 3 Kawanan Masih Di Bawah Umur

TANJUNGPANDAN-Pupus sudah harapan Estiandi Permata alias Aeng (19) warga Jalan Teuku Umar RT 08 untuk bisa berlebaran bersama keluarganya. Pasalnya, pria yang sehari-hari bekerja serabutan ini, diamankan Tim Satgassus anti Bandit dan jajaran Polsek Tanjungpandan, Sabtu (4/7) malam lalu. Bisa jadi, Idul Fitri akan dilalui Aeng di dalam bui.
Aeng ditangkap lantaran terlibat kasus pencurian laptop di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Belitung, (14/12) tahun lalu. Dia melancarkan aksinya bersama ketiga temannya yang masih di bawah umur. Tiga rekan Aeng yakni AG (14)  dari Air Serkuk, AP (16) NW (15) warga Kampong Amau, Tanjungpandan.
Peristiwa ini terbongkar saat polisi mengamankan AP, lantaran kasus pencurian gitar beberapa waktu lalu di Air Merbau. Setelah diselidiki dan diintrogasi, dia mengakui selain mencuri gitar ia juga mencuri laptop. Setelah itu dilakukan pengembangan oleh polisi.
Dari penyidikan ini, AP mengaku mencuri Laptop bersama ketiga rekannya, salah satunya Aeng. Mengetahui hal tersebut, ketiga orang ini, NW, Aeng, AG dijemput dikediamannya masing-masing.
Plh Kapolsek Tanjungpandan Kompol Abdul Azis seizin Kapolres Belitung AKBP Candra Sukma Kumara mengatakan, empat pemuda ini dipastikan adalah tersangka pencurian laptop di salah satu SMK, Desember lalu. “Barang bukti sudah kami amankan di Polsek Tanjungpandan. Yakni tiga unit laptop dan tiga unit notebook. Selain itu, kami juga mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya,” ujar Kompol Abdul Azis.
Dijelaskan Kompol Abdul Azis, saat ini pelaku yang ditahan hanya Aeng. Sedangkan ketiganya yakni NW, AG dan AP tidak ditahan, melainkan hanya wajib lapor. Sebab, ketiganya masih di bawah umur dan proses diversi ( Pengalihan penyelesaian perkara pidana anak dari peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana).
“Itu permintaan dari para orang tua. Mereka (ketiga tahanan,Red) hanya diwajibkan lapor tiap hari. Dan selama mereka di rumah, para orang tua dan RT setempat harus mengawasi anak tersebut,” kata Kompol Abdul Azis.
“Dan untuk pemeriksaan ketiga tersangka ini, kami meminta bantuan kepada Bapas (Badan Lembaga Pemasyarakatan ) Kelas IIB Cerucuk. Sebab, ketiga bocah ini masih di bawah umur dan memerlukan pendampingan,” sambungnya.
Meski mereka tidak ditahan. Namun, proses hukum tetap berlanjut ke Pengadilan. Sebab mereka terbukti melanggar Pasal  363 ayat 1 ke 3 4 dan 5. “Yakni melakukan pencurian, meloncat pagar dan secara bersamaan. Ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara,” tuturnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Belitung Timur ini meminta kepada para orang tua agar mengawasi anaknya. Menurutnya, para orang tua harus terbuka kepada anak. “Jika anak memiliki benda yang tidak pernah orang tua belikan, maka patut dicurigai, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,”  pungkasnya. (kin)

Rate this article!
author

Author: