Pendapatan Beltim Meningkat 10,1 Persen

by -

MANGGAR – Pendapatan Daerah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2015 direncanakan akan meningkat sebesar 10,1 persen dibandingkan dengan APBD Induk.
Peningkatan tersebut berasal dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat 1,96 persen, peningkatan dana perimbangan yang meningkat 7,77 persen dan peningkatan 32,26 persen pada Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah.
Hal ini disampaikan Bupati Beltim, Basuri T Purnama dalam pidato Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Pengguna Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan-APBD Kabupaten Beltim Tahun Anggaran 2015 pada Rapat Paripurna XV Masa Persidangan II Tahun 2015, yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Beltim, Selasa (18/8) kemarin.
Secara rinci Bupati menjelaskan rencana peningkatan penerimaan pendapatan daerah yang berasal dari PAD pada Perubahan APBD 2015 sebesar Rp 1.397.973.750, sehingga total PAD menjadi Rp 72.653.833.750 atau meningkat 1,96 persen.
“Peningkatan tersebut ditunjang dari hasil pajak daerah yang meningkat sebesar Rp 1.068.625.000 atau meningkat sebesar 3,37 persen, hasil restribusi daerah yang meningkat sebesar 1,6 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga meningkat 5 persen menjadi Rp 125.000.000 dan juga lain-lain Pendapatan asli Daerah yang sah sebesar Rp 128.502.500 atau meningkat 0,4 persen,” jelas Basuri
Bintang Iklan minuman kesehatan, Alang alang Sari ini, juga mengatakan peningkatan pendapatan yang signifikan diperoyeksikan juga akan berasal dari sumber dana perimbangan sebesar Rp 41.274.286.005, atau meningkat 7,7 persen. Jika pada Pagu Anggaran Induk ditargetkan Rp 530.875.354.250, maka pada Pagu anggaran perubahan menjadi Rp 527.149.640.255.
Kenaikan ini terjadi pada Sektor Dana Bagi Hasil Pajak/ Bagi Hasil Bukan Pajak yakni sebesar Rp 41.274.286.005 atau sekitar 65,8 persen. Dari yang ditargetkan pada anggaran induk sebesar Rp 62.728.331.250 menjadi Rp 104.002.617.255 pada anggaran perubahan. Untuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak menagalami perubahan,” ungkap Basuri.
Selain itu Peningkatan Pendapatan juga terjadi pada Pendapatan Lain-Lain Pendapatan yang Sah khususnya pada sektor Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus yang menungkat sebesar Rp 5.917.768.183 dan Bantuan Keuangan dari Provinsi yakni sebesar Rp 20.524.120.000 yang pada APBD Induk Tahun 2015 belum dialokasikan.

“Berdasarkan analisis potensi sumber-sumber pendapatan, penerimaan Pendapatan Daerah pada Perubahan APBD Tahun anggaran 2015 direncanakan mencapai Rp 753.197.649.455 atau mengalami peningkatan sebesar Rp 69.114.147.938 dibandingkan target Pendapatan Daerah pada Anggaran Induk Tahun 2015 yakni sebesar Rp 648.083.501.517,” terang Basuri.

Sementara itu total Belanja pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2015 mencapai Rp 907.130.868.878,36. Jumlah ini meningkat Rp 97.794.518.016,36 atau 12,08 persen dari sebelumnya yang dianggarkan pada anggaran Induk Rp 809.336.350.862. (feb)