Pendidikan Indikator Keberhasilan Daerah

by -
Koko Hariyanto
Koko Hariyanto

MANGGAR – Pembangunan sumber daya manusia teramat penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu, pembangunan bidang pendidikan ini sering dijadikan indikator keberhasilah sebuah daerah.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Belitung Timur (Beltim), Koko Haryanto saat dimintai tanggapan oleh Belitong Ekspres terkait hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei.

Selain itu, Koko yang juga merupakan anggota Komisi I DPRD Beltim, mengatakan Sektor pendidikan harus mampu mengangkat harkat dan harga diri sebuah bangsa.

Menurutnya, dalam kontek kedaerahan hal yang mendasar adalah menyangkut mutu dan kualitas pendidikan. Aapakah pendidikan sudah mampu mengangkat harkat dan martabat daerah itu sendiri.

“Selain itu juga sangat penting bagi kita di daerah adalah pemberian penghargaan kepada pelajar-pelajar berprestasi dan pendidik-pendidik berprestasi, yang mampu memberikan motivasi bagi pelajar dan pendidik yang lain,” ungkap Koko, Senin (2/5) kemarin.

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, lanjut Koko, kita perlu mengevaluasi capaian-capaian, apakah pendidikan kita sekarang ini sudah bangkit atau masih bersifat menjalani rutinitas pembelajaran saja. Di bidang pendidikan secara nasional, dapat dilihat. Dalam politik anggaran, dimana sudah dipatok minimal 20 persen anggaran kita mesti digunakan untuk pendidikan. Begitu juga anggaran pendidikan di daerah yang dari tahun-ke tahun meningkat.

“Kita harus tanamkan kepada anak-anak kita bahwa pendidikan itu penting dan sebuah kebutuhan dalam membangun sebuah peradaban. Tanpa pendidikan yang kuat kita akan dipandang lemah bagi bangsa lain,” ujarnya.

Koko melanjutkan,pendidikan adalah jati diri anak bangsa, sebuah ruh peradaban. Tanpa pendidikan daerah akan kalah dalam menghadapi persaingan global. Pendidikan juga merupakan filterisasi atas masuknya berbagai macam upaya-upaya pembodohan yang menjerumuskan anak bangsa.

“Pendidikan adalah sebuah investasi peradaban, apabila hari ini kita gagal, maka kualitas generasi kita akan semakin lemah dan tidak mampu bersaing,” tutupnya. (feb)