Pendidikan Tanggung Jawab Bersama!

by -

Tanggapan atas surat pembaca “Mohon Sekolah Tindak Tegas Motor Knalpot Racing”
Menanggapi surat pembaca Bapak Sumaidi di Tanjungpandan yang dimuat di Belitong Ekspres, hari Kamis 6 Agustus 2015, kami sampaikan hal-hal sebagai berikut.

1. Perlu klarifikasi lebih lanjut, apakah pengguna sepeda motor berknalpot racing itu memang pelajar (SMP, SMA/MA, SMK) atau non pelajar. Apakah mereka berkendara ketika pergi dan atau pulang sekolah, ataukah di luar jam sekolah.

2. Penggunaan sepeda motor oleh pelajar merupakan pilihan yang harus ditempuh selama transportasi umum/angkutan kota rute sekolah belum tersedia.

3. Perlu kami informasikan bahwa apa yang saudara sampaikan untuk mengadakan sosialisasi tertib berlalu lintas sudah dilakukan selama beberapa tahun ini, bekerja sama dengan Satlantas Polres Belitung. Dalam sosialisasi ini juga disampaikan perlengkapan standar yang harus dipenuhi kendaraan dan pengendara.

4. Pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah (sekolah) semata, tetapi tanggung jawab bersama antara orang tua, sekolah dan masyarakat/lingkungan. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Karena itu,  pengawasan orang tua terhadap anak menjadi yang utama. Termasuk dalam penggunaan sepeda motor.

5. Sekolah tidak memiliki wewenang untuk melakukan razia, penanindakan/penahanan terhadap penggunaan sepeda motor berknalpot racing. Apalgi di luar jam pelajaran sekolah.
Demikian atas tanggapan kami, terima kasih.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung.
Drs IRFAN MAURAN.
Pembina Utama Muda
NIP 1959012719850310004