Pendiri Tower Temui Kendala

by -

TANJUNGPANDAN-Pembangunan Tower di Aik Raya Barat yang belum mendapat persetujuan dari para warga sekitar, rupanya masuk dalam agenda pembahasan Pansus DPRD Belitung mengenai izin layanan gangguan.
Menurut informasi yang diperoleh BE Senin (9/3) kemarin, pembangunan tower di Aik Raya tersebut, resmi dihentikan smeentara. Lantaran, belum mendapat restu dari warga sekitar. “Mereka (perusahaan dan aparat desa,red) sudah pernah melakukan pertemuan kemarin malam dengan sejumlah warga sekitar membahas masalah ini. Hasilnya sah. Semua warga sekitar ikut menolak. Karena tidak ada izin towernya,” kata WS salah satu warga Aik Raya.
Sementara itu, Senin (9/3) Kemarin, sebanyak sembilan orang panitia khusus (Pansus) DPRD Belitung menggelar rapat dengan sejumlah SKPD Pemkab Belitung di ruang rapat DPRD. Membahas masalah  tower tersebut.
Ketua Pansus DPRD Belitung Syamsudin mengatakan, rencana pembangunan tower di Aik Raya Barat, kini belum mendapat persetujuan dari para warga sekitar. Sehingga, pembangunan itu dihentikan sementara. “Kendalanya di masalah HO (perizinan,red). Termasuk nanti soal tower radio amatir dan retribusi HO harus diperjelas dan diperbaiki,” jelas Syamsudin.
Atas masalah tersebut, Pansus DPRD Belitung akhirnya memutuskan untuk melakukan kunjungan ke Kementerian dan studi banding ke luar daerah. “Tujuannya, untuk mencari tahu jalan penyelesaiannya. Jadi, kami tinggal membandingkan dengan Kabupaten/Kota lain yang memiliki kesamaan dengan Kabupaten Belitung,” tandas Syamsudin.
Anggota Pansus DPRD Belitung I Bagus Diarsa menyatakan, pihak perusahaan diminta untuk lebih fari. Pasalnya, ketika diminta untuk melakukan pertemuan dengan para warga sekitar, namun, belum dilaksanakan dengan baik.
Bagus mengatakan, jika demikian, pembangunan tower tersebut butuh sebuah  dukungan dari masyarakat. Terutama masalah radiusnya harus diperjelas. “Pihak perusahaan sudah mengadakan sosialisasi. Tetapi, sosialisasi yang dilakukan mereka hanya door to door (dari pintu ke pintu, red) saja,” katanya.(mg2)