Penemuan Situs Balok Perkaya Wisata Sejarah Pulau Belitong

Bangunan dari batu bata yang ditemukan dalam ekskasvasi di Desa Balok. foto ist

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penemuan situs kerajaan Balok di Kecamatan Dendang oleh tim arkeolog merupakan sejarah baru pembuktian bahwa pulau Belitong di masa lalu benar-benar memiliki kerajaan. Penemuan tersebut juga memperkaya wisata sejarah pulau Belitong, khususnya Kabupaten Beltim sebagai destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan.

RajaBackLink.com

“Kita menemukan situs di Balok, ada batu bata sebesar itu yang diperkirakan dari abad 15. Artinya memperkaya kita, suport untuk pariwisata, geopark juga,” ungkap Bupati Beltim Yuslih Ihza, Kamis (11/7) kemarin.

Bahkan, proses pencarian situs kerajaan Balok yang dimulai sejak tahun 2018 telah menempatkan Kabupaten Beltim dalam Jaringan Kota Wisata Indonesia (JKWI).”Kita termasuk dalam Jaringan Kota Wisata Indonesia. Diakui kita punya kerajaan dan menjadi anggota ke-63 dari 70 Kabupaten se Indonesia. Yang terakhir di Karangasem (Bali) tahun lalu,” kata Yuslih.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Beltim Evi Nardi menyatakan penemuan situs kerajaan Balok tentu tidak lepas dari upaya tim pusat Arkenas di Jakarta yang telah mencari sisa-sisa peninggalan sejarah tersebut.

“Kalau untuk penemuan situs kerajaan Balok oleh tim pusat Arkernas Jakarta memang kegiatan ini sudah menjadi program tahun 2018 dan berlanjut di 2019. Alhamdulillah kita sudah melakukan peninjauan situs Balok, Selasa lalu (9/7) dengan Pak Bupati dan Kapolres,” ujar Evi Nardi.

Baca Juga:  Teen Talk Celeng

Evi mengatakan tim arkeolog masih akan terus menggali lebih dalam temuan situs kerajaan Balok. Meskipun ia mengakui, tim arkeolog hanya memiliki waktu selama kurang lebih 15 hari berada di lokasi temuan situs kerajaan Balok.

“Memang ada banyak sekali peninggalan-peninggalan yang ditemukan dan saat ini sedang di inventarisir dan identifikasi oleh tim arkeolog, sebenarmya sudah jelas itu peninggalan abad 15 dan 17,” kata Evi.

Menurut Evi, tim arkeolog masih belum memastikan temuan situs kerajaan Balok dalam bentuk apa. Namun jika acuannya adalah literatur yang ada, diperkirakan berbentuk candi, pendopo atau pesanggrahan.

“Cuman bentuk hasil penelitian situs Balok, kita belum mengetahui pasti apakah dalam bentuk bangunan candi, pendopo atau pesanggarahan. Harapan kami setelah dilakukan penelitian ini akan diketahui bentuknya. Kami berharap tim Arkernas untuk bersinergi dengan pihak PCBM (Pelestarian Cagar Budaya dan Museum) Dirjen Kebudayaan,” harap Evi.

“Jadi nanti PCBM akan kita minta agar penataan kembali bangunan tersebut untuk menjadi wisata sejarah dan budaya di Beltim,” ulasnya.

Sebelumnya, Tim Arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menemukan situs bangunan tua diperkirakan dari abad ke 15-17 di Desa Balok Kecamatan Dendang. Dipastikan bangunan yang masih misteri itu peninggalan Kerajaan Balok yang merupakan kerajaan pertama di pulau Belitong.

Baca Juga:  PPDB SD Berakhir, Dindik Beltim Akui Ada Masalah

Penemuan baru hasil ekskavasi selama kurang lebih 10 hari ini bisa dikatakan sangat spektakuler. Mengingat penemuan area bangunan berupa batu bata merah serta batu karang yang disusun rapi ini diklaim jauh lebih luas dari temuan tahun 2018 lalu.

Luas bangunan kuno yang ditemukan memiliki panjang 7,5 meter dan lebar 3,5 meter, dengan anak tangga pada bagian selatan dengan panjang 150 cm dan lebar 120 cm.

Ketua Tim Arkeolog, Sonny Wibisono memastikan jika bangunan dan batu bata yang ditemukan bukan batu biasa yang lazim digunakan saat abad ke 18 hingga saat ini. Mengingat ukurannya sangat besar dan tebal, serta memiliki motif yang khas ukiran candi.

“Yang istimewa dari bangunan ini menggunakan batu bata yang lazim digunakan, tebalnya 7 cm, lebarnya 20 cm dan panjangnya ada yang 30 cm hingga 40 cm,” terang Sonny.

Menurutnya batu-batu seperti itu biasanya ditemukan di wilayah percandian khususnya di wilayah Sumatera. Namun peneliti utama di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional belum bisa memastikan apakah bangunan yang ditemukan merupakan candi, atau bangunan biasa. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply