Penerbangan ke Belitung Dibuka Kembali 15 Juni, Penumpang Wajib Protokol Kesehatan

by -
Penerbangan ke Belitung Dibuka Kembali 15 Juni, Penumpang Wajib Protokol Kesehatan
Foto bersama usai rapat dengan pihak manajemen maskapai penerbangan, Rabu (10/6) kemarin.

Wistawan Tidak Perlu Isolasi Mandiri 

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung akan membuka kembali penerbangan reguler bagi penumpang dari Jakarta ke Tanjungpandan pada 15 Juni 2020 mendatang, dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Bupati Belitung Sahani Saleh saat memimpin rapat dengan pihak manajemen maskapai penerbangan, Rabu (10/6) kemarin. Hadir dalam rapat yang digelar di ruang Rapat Bupati Belitung, perwakilan dari maskapai Garuda Indonesia, Lion Air Group, Sriwijaya Air, Nam Air dan Citilink.

Selain itu, hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten Belitung H MZ Hendra Caya, Asisten I Bidang Pemerintahan Hermanto dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Ubaidillah serta Kabag Humas dan Prokopim Setda Belitung Zakinah.

“Penerbangan reguler untuk penumpang akan coba kami buka kembali pada 15 Juni 2020,” kata Bupati Belitung.

Dikatakan Bupati Belitung yang karib disapa Sanem, pada tahap pertama saat dibuka kembali penerbangan tanggal 15 Juni rute Jakarta menuju Tanjungpandan, dengan ketentuan sebanyak satu kali penerbangan dalam sehari.

“Jadi kalau ada enam maskapai nanti mereka akan mengatur jadwalnya secara merata. Intinya hanya satu kali penerbangan dalam sehari,” terangnya.

Kemudian, mengenai syarat bagi calon penumpang yaitu wajib mengikuti protokol kesehatan. Seperti melampirkan keterangan bebas Covid-19/Negatif Covid-19 berdasarkan hasil PCR test yang berlaku selama 7 hari, atau berdasarkan rapid test vena yang berlaku 3 hari.

“Mereka mengisi identitas mereka (penumpang) melalui aplikasi di bandara keberangkatan, tujuannya dalam rangka keperluan apa ke Belitung. Misalnya apakah urusan bisnis, pekerjaan, wisata atau pulang kampung ke Belitung,” terangnya.

Selanjutnya, tambah Sanem ada perbedaan bagi wisatawan atau bagi mereka yang pulang kampung ke Belitung. Isolasi mandiri selama 14 hari tetap diberlakukan bagi penumpang dengan tujuan pulang kampung ke Belitung, yang selama ini mungkin tertahan di luar daerah dan tidak bisa pulang akibat pandemi Covid-19.

“Bagi yang pulang kampung ke Belitung tetap isolasi mandiri walaupun mereka membawa hasil ‘rapid test’ dari sana, nanti akan dipantau dan setiap tiga hari sekali akan dirapid test,” terang Sanem.

Sedangkan, bagi wisatawan cukup mengikuti protokol normal baru yang telah disiapkan seperti protokol transportasi, protokol perhotelan, dan protokol berwisata.

“Mereka harus mematuhi protokol ketika menggunakan Taxi, Hotel dan lain-lainnya. Kemudian, bagi wisatawan yang berkunjung di Belitung lebih dari 3 hari, maka harus melakukan rapid test terlebih dahulu sebelum kembali,” tandasnya.

Sriwijaya Air Tetap Angkut Penumpang

Sementara itu, pihak Maskapai Sriwijaya Air sudah mengangkut penumpang dari Belitung ke Jakarta, selama Pandemi Covid-19. Sejak bulan Mei 2020 hingga Juni ini, sekitar 10 kali melakukan penerbangan membawa penumpang dari Tanjungpandan ke Jakarta.

“Bulan Mei kemarin 7 penerbangan, dan bulan ini 3 termasuk hari ini Rabu,” kata Branch Manager Sriwijaya Air Group Belitung Denny Oktavianus kepada Belitong Ekspres Rabu (10/6) kemarin usai menghadiri rapat dengan Bupati Belitung.

Kata dia, selama membawa penumpang di tengah pandemi Covid-19, jumlah penumpang yang diakomodir menyesuaikan dengan jenis pesawat. Yang pasti di dalam pesawat itu ada penerapan physical distancing dengan mengosongkan kursi tengah.

“Kalau dari sisi penumpang itu, dengan adanya pembatasan kapasitas itu, isinya bisa dikatakan maksimal, misalnya pembatasan 70, ya isinya bisa dapat 60 orang,” papar Denny.

Penerbangan dari Belitung ke Jakarta setiap hari Rabu dan Sabtu, Selama berlangsung penerbangan membawa penumpang tersebut hingga kemarin belum mengalami permasalahan dari segi persyaratan penumpang dan SOP Protokol Kesehatannya.

Mereka penumpang mengikuti aturan yang berlaku, kalau yang sudah – sudah, mereka ada surat hasil rapid test non reaktif, ada surat tugas dan surat dari Lurah setempat,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk pemeriksaan penumpang dilaksanakan di Bandara, sebelum melakukan keberangkatan. Khusus untuk Sriwijaya Air ini tetap melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan persyaratan penumpang. Ketika sudah lengkap, maka penumpang tersebut baru dipersilahkan untuk melakukan check-in.

“Ya kita selama ini mereka tidak ada permasalahan ketika prosedur ini sudah dijalankan, jarang ada penumpang yang tidak berangkat. Paling hanya ada satu dua orang saja, itu saja ketika di cek suhu tubuhnya tinggi, tapi kalau dari dokumen lancar semua,” pungkasnya. (dod)

Editor: Yudiansyah