Penertiban KIP Penyusuk (kik)

by -

//Bupati Jangan Jadi Penakut!

PANGKALPINANG – Terkait masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) dan Kapal Keruk (KK) di Pantai Penyusuk Belinyu Kabupaten Bangka membuat Ketua Umum LSM Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) Bangka Belitung (Babel) Aditia Pratama angkat bicara.
Pihaknya meminta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Babel untuk segera menghentikan aktivitas penambangan tersebut. Pasalnya bila tidak ditindaklanjuti, ditakutkan akan terjadi konflik sosial di masyarakat.
“Kapolda Gatot kami kenal sebagai Kapolda yang berani dan tidak pandang bulu dalam hal penegakan terkait masalah pertambangan, oleh sebab itu kami harap bapak Kapolda turun tangan menyelesaikan masalah ini,” kata Adit, Rabu (9/9).
Menurut Adit isu KIP dan KK ini sudah berkembang di kalangan masyarakat, dan banyak menuai kritikan, sehingga wajib bagi penegak hukum untuk segera mungkin menyelesaikan permasalahan ini.
“Masyarakat juga punya batas kesabaran, kami takutkan nanti terjadi konflik sosial dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tentunya kita tidak mau semua itu terjadi,” ungkap Adit.
Sementara itu terkait steatment Bupati Bangka terhadap para orang berduit dan pejabat yang berada di balik KIP dan KK tersebut, membuat orang nomor satu di Gempa tersebut berang, Adit meminta Bupati segera mengundurkan diri sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bangka. Pasalnya perkataan seperti itu tidak layak diucapkan oleh seorang Bupati.
“Kalau Bupatinya saja penakut, masyarakatnya mau melaporkan kemana? Kasian masyarakat Bangka bila dulu harus memilih seorang Bupati yang penakut,” tegasnya.
Terkait masalah tersebut Adit pun akan melayangkan surat kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) agar permasalahan ini bisa diselesaikan dengan tanpa harus ada pihak yang dirugikan.
“Kalau bapak Kapolri juga tidak sanggup ya kita pasrah saja, berarti memang masyarakat harus menyelesaikan sendiri permasalahannya,” pungkasnya. (iam)