Penetapan Pemenang Pilkada Beltim, KPU Masih Tunggu Buku Register MK

by -
Penetapan Pemenang Pilkada Beltim, KPU Masih Tunggu Buku Register MK
Ketua KPU Beltim, Rizal

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pleno penetapan pemenang Pilkada di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masih menunggu penyerahan buku register oleh Mahkamah Konstitusi (MK) kepada KPU RI. Hal ini disampaikan Ketua KPU Beltim saat dikonfirmasi terkait belum diplenokannya hasil pemilihan 9 Desember 2020 lalu.

“Pleno ini berdasarkan buku register pengajuan perkara perselisihan pemilihan di Mahkamah Konstitusi. Jadi kalau misalnya nanti MK sudah memberikan buku register beberapa perkara di Indonesia ke KPU RI. KPU RI akan memberikan kepada kita buku register perkara itu,” ujar Ketua KPU Beltim Rizal, Senin (1/4) kemarin.

Meski belum dapat memastikan, Rizal menyebut tanggal 18 Januari 2021 menjadi jadwal penyerahan buku register MK kepada KPU RI. “KPU RI akan menyerahkan ke KPU daerah dan kami harus menindak lanjuti paling lambat 5 hari untuk penetapan calon terpilih,” kata Rizal.

Dia mengatakan, bagi daerah yang mengajukan gugatan perkara hasil pemilihan akan ditunda sampai kasusnya selesai di MK. Namun di Provinsi Bangka Belitung sejauh ini tidak ada pengajuan gugatan hasil pemilihan.

“Di Belitung Timur tidak ada gugatan dan dipastikan kemarin sudah dipantau di register Mahkamah Konstitusi bahwa tidak ada masuk sengketa hasil pemilihan di 4 Kabupaten di Provinsi Bangka Belitung termasuk Belitung Timur,” jelasnya.

Menurut Rizal, meskipun tidak ada gugatan hasil pemilihan, KPU wajib menunggu buku register MK. Bahkan sekalipun semua pihak dapat menerima hasil pleno rekapitulasi perolehan suara dan pemenang Pilkada sudah diketahui.

“Sambil menunggu penetapan itu kita wajib menunggu buku register dari Mahkamah Konstitusi. Pada dasarnya kita sudah tahu siapa atau pasangan mana yang meraih suara terbanyak. Hanya menunggu waktu saja kita menetapkan hasil rekapitulasi itu yang ditindaklanjuti dengan penetapan calon terpilih melalui rapat pleno KPU Beltim,” tukasnya.

“Seluruh Indonesia (belum pleno penetapan) bukan tertunda tetapi menunggu jadwal karena memang sudah dijadwalkan buku register perkara perselisihan yang masuk di Mahkamah Konstitusi akan keluar tanggal 18 Januari,” tandas Rizal. (msi)