Pengalihan Jalur Truk Tambang Molor

by -2 views

*Menunggu Kesiapan Tanjung Batu, Keluhan Masyarakat Menguat

TANJUNGPANDAN – Batas waktu pelarangan truk-truk tambang melintasi jalanan di Kota Tanjungpandan menuju Pelabuhan Tanjungpandan, nampaknya bakal molor. Sebab, Pemerintah Kabupaten Belitung memberikan toleransi hingga akhir tahun ini, Desember 2015 dari batas waktu sebelumnya tanggal 18 September 2015, hari ini.

Bupati Belitung Sahani Saleh menegaskan agar pelaku tambang untuk menghormati kesepakatan tentang pengalihan rute truk pengangkut material tambang ke Pelabuhan Tanjung Batu di Pegantungan, Badau. “Karena sudah menjadi ketetapan apapun konsekuensinya kita harus mengalihkan truk pengangkut material itu tidak masuk ke pelabuhan (Pelabuhan Tanjungpandan,Red),” kata Sanem-panggilan akrab Bupati, Selasa (15/9) kemarin.

Sanem mengaku sering disorot masyarakat hingga wisatawan soal truk-truk tambang ini. Pasalnya debu dan pasir sudah dalam taraf mengganggu masyarakat. Umumnya yang berada di pinggiran jalan maupun pengguna jalan umum lainnya. “Tolong lah kawan-kawan jangan buat dilema lah. Karena kite disorot masyarakat umum, wisatawan. Kan kita sudah ada sarana di sana (Tanjung Bau,Red),” tukasnya.

Sanem menambahkan hal ini perlu diluruskan juga, yang dilarang adalah truk yang membawa bahan tambangnya, bukan masalah lalu lalang truknya. Belakangan ini pengalihan rute truk pengangkut bahan tambang yang termasuk dalam galian C ternyata diperpanjang hingga 1 Desember 2015.

“Bukan diperpanjang, hanya kita ingin melihat selama dua bulan ini, Oktober dan November, sembari melengkapi kesiapan di Pelabuhan Tanjung Batu. Berikutnya penyetopan total,” kata Kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung Ayi Thamrin Arifin, Kamis (17/9) kemarin.

Meski masih diperbolehkan melintas, namun truk pembawa material tambang hanya dibolehkan lalu lalang pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB. Alasan diperpanjang hingga 1 Desember, karena sekarang pengusaha tambang sedang persiapan. Selain itu Pelabuhan Tanjung Batu juga sedang dalam tahap persiapan.

“Ini ada beberapa masukan, kita harus memberikan sedikit ruang kepada pemilik jasa tranportasi untuk mempersiapkan pengalihan ini,” tukasnya.

Sebelumnya Pemda Belitung telah melakukan rapat koordinasi beberapa waktu lalu. Saat itu Bupati Belitung, Ketua DPRD Belitung, Satlantas Polres Belitung, juga para pengusaha tambang ikut hadir. Dari keputusan rapat, pemda memberikan waktu 30 hari untuk menghabiskan material tambang di Pelabuhan Tanjungpandan sebelum rute dialihkan ke pelabuhan Tanjung batu.(ade)