Pengelola Geosite Beltim Kunjungi Gunung Sewu

by -
Pengelola Geosite Beltim Kunjungi Gunung Sewu
Pengelola geosite di Beltim bersama Bupati Beltim dan sejumlah OPD strategis saat mengunjungi Kabupaten Gunung Kidul yang juga memiliki sejumlah geosite. (Istimewa)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pengelola geosite Nam Salu, Tino Cristian, mengapresiasi keinginan Pemerintah daerah Kabupaten Beltim dalam mengupayakan pengenalan geosite di wilayah Beltim. Hal ini diungkapkan setelah melakukan kunjungan ke geopark Gunung Sewu bersama komunitas pengelola geosite di Kabupaten Beltim, 4-6 Desember 2019.

“Kami mengucapkan terima kasih atas support Pemerintah daerah yang diberikan kepada komunitas-komunitas geosite di Belitung Timur,” ujar Tino, Jum”at (6/12) kemarin.

Tino berharap Pemerintah daerah terus menerus mendukung perkembangan geopark menjadi tujuan wisata di pulau Belitong.

“Ke depan kami berharap sumber daya manusia di geosite-geosite terus ditingkatkan agar mampu mengelola dengan baik,” kata Tino.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Beltim, Bayu Priambodo, menjelaskan, Pemerintah daerah Kabupaten Beltim sangat serius mengembangkan pengelolaan geosite di wilayah Beltim menuju Unesco Global Geopark (UGGp). Salah satu dukungannya adalah membawa rombongan pengelola geosite di Beltim untuk belajar ke Geopark Gunung Sewu di Kabupaten Gunung Kidul, Jogjakarta.

“Kami ajak komunitas geosite di Beltim ke geopark Gunung Sewu. Pak Bupati (Yuslih) juga sudah bertemu dengan Bupati Gunung Kidul dan dilanjutkan dengan diskusi dengan pengurus geopark Gunung Sewu serta kunjungan ke beberapa geosite di sana,” ujar Bayu, Jum’at (6/12) kemarin.

Bayu menjelaskan, tujuan kunjungan ke geopark Gunung Sewu adalah upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan geosite dan menjaga konsistensi menyelesaikan PR menuju UNESCO Global Geopark Belitong. Karenanya, Bupati Beltim sengaja mengajak stakeholder Geopark studi komparasi ke UNESCO Global Geopark Gunung Sewu.

“Jadi pak Bupati menyampaikan dalam studi komparasi ini, beliau mengajak Pengurus BP Geopark Nasional Belitong, dan sejumlah OPD strategis. Dan tentunya yang terpenting mengajak komunitas geosite di Geopark Belitong dalam rangka belajar bersama ke Unesco Global Geopark Gunung Sewu,” ungkap Bayu mengutip pernyataan Bupati Beltim saat bertemu Bupati Gunung Kidul.

Banyak hal dibahas dalam diskusi rombongan pengelola geosite Beltim dihadapan pengelola geosite Gunung Sewu. Diantaranya terkait pembangunan Geosite, pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan Geosite, BUMDES dan Geotourism di Kawasan Geopark serta pelestarian lingkungan hidup.

“Kemarin kita sudah laksanakan diskusi antar Badan Pengelola Geopark dan OPD strategis di kantor dinas pariwisata Kabupaten Gunung Kidul. Dilanjutkan diskusi antar pengelola geosite dan BUMDES di geosite Goa Pindul sekaligus mencoba penelusuran gua bersama pengelola,” jelas Bayu.

Ia menambahkan, dipilihnya geopark Gunung Sewu sebagai studi komparasi bukan tanpa alasan. Selain kemiripan karakteristik warisan geologi, posisi geografis Kabupaten Gunung Kidul merupakan daerah pesisir dan terpenting adalah pengelolaan geopark di Gunung Kidul sudah meningkatkan kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat, membesarkan BUMDes dan meningkatkan PAD.

“Saya berharap melalui studi komparasi ini pengelola geosite di beltim bisa lebih semangat dalam mengelola geosite selain sebagai ladang ibadah menjaga warisan bumi tapi juga bisa ladang rezeki yang barokah,” harap Bayu.

Terkait dampingan OPD strategis, Bayu menilai dapat memberikan kontribusi berupa dukungan pengembangan geosite baik dari sisi penyediaan sarpras maupun program-program pemberdayaan.

Editor: Subrata
Reporter: Muchlis Ilham