Pengelolaan Sampah Di Pangkalpinang Belum Optimal

by -

PANGKALPINANG – Ketua Komisi III DPRD Pangkalpinang, Ahmad Subari menilai pengelolaan sampah di kota tersebut belum maksimal karena keterbatasan fasilitas. “Armada pengangkut sampah masih kurang, tempat pembuangan akhir hanya satu dan itu sudah melebihi kapasitas sedangkan lahan baru tidak ada, dan bank sampah belum berperan maksimal,” kata Ahmad Subari, Sabtu (21/11).
Ia mengatakan, harus ada koordinasi untuk mengatasi permasalahan sampah, tidak bisa hanya dinas terkait saja yang mengatasi masalah itu. “Masalah kurangnya armada pengangkut sampah seharusnya dapat dibantu oleh anggaran dari provinsi sebab jika dibebankan kepada pemerintah tentu tidak akan sanggup, APBD kota tidak cukup untuk menanggungnya,” ujarnya.
Menurut dia, bank sampah harus benar-benar disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat sehingga warga dapat memanfaatkan bank itu dengan baik. “Jika warga dapat memanfaatkan bank sampah dengan sebaik-baiknya maka beban sampah di TPA pasti akan menurun drastis,” terangnya.
Ia menjelaskan, selama ini untuk melakukan perapian, penimbunan dan pengaturan sampah di TPA hanya mengandalkan dua alat berat yaitu dozer dan eskavator dan itu sama sekali belum maksimal mengingat sampah yang masuk sekitar tujuh ton per hari.
“Alat berat itu pun hanya dapat jatah sekitar 60 liter bahan bakar untuk beroperasi satu hari, itu jelas tidak cukup seharusnya butuh 220 liter untuk satu alat berat selama satu hari beroperasi, belum lagi kemungkinan volume sampah akan bertambah jika di kota ini ada pergelaran acara,” tandasnya.(ant/rb)