Pengembangan Desa Wisata Terong Jadi Pilot Project BLK Belitung 

by -
Pengembangan Desa Wisata Terong Jadi Pilot Project BLK Belitung 
Suasana FGD Pengembangan Desa Wisata saat kunjungan lapangan di Desa Kreatif Terong.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Balai Latihan Kerja (BLK) Belitung menjadikan Desa Terong, Kecamatan Sijuk, sebagai Pilot Project pengembangan desa wisata. Proses Desa Wisata Terong dijadikan Pilot project pengembangan Desa wisata sudah dari tahun 2019.

Kepala BLK Belitung Rahmad Faisal mengatakan, pihaknya sudah meninjau langsung di salah satu agrowisata Desa Terong dan berbincang dengan ketua komunitasnya. Dari hasil perbincangan tersebut ternyata potensi yang dimiliki di Desa Terong ini sangat besar.

“Sebagai salah satu contoh peran anak-anak muda usia SMA ikut berperan dalam mengelola lahan dan menanam sayur mayur. Ini yang menjadi salah satu pondasi yang kuat untuk membangun sebuah desa wisata, yaitu masyarakat desa terlibat dan mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut,” katanya kepada Belitong Ekspres, Kamis (17/12).

Menurut Faisal semua unsur terlibat dalam mengelola Desa Kreatif Terong. Mulai dari Kepala Desa, Ketua BPD, PIC Desa Terong, Pokdarwis, Ketua Komunitas sampai BUMDes sudah terbentuk dan terlibat dari serangkaian kegiatan di desa itu.

“Selama kurun waktu 5 tahun terakhir Desa Terong sudah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 1,4 miliar untuk pemberdayaan dan peningkatan fasilitas desa wisata tersebut,” sebut Faisal.

Maka dari itu, BLK melihat ada keterlibatan pemerintah desa, masyarakat dan komunitas yang ingin berkembang, serta ingin maju untuk desanya. Apalagi kurun waktu 4 tahun terakhir ini Desa Wisata Terong sudah mendapatkan 3 dana CSR dari BUMN dan perusahaan swasta. “Sehingga BLK Belitung merasakan bahwa Desa Terong Layak dijadikan Pilot Project di tahun 2021,” paparnya.

Dikatakan Faisal, BLK Belitung berkomitmen untuk Meningkatkan Sumber Daya Masyarkat (SDM) masyarakat di Desa Terong dengan melakukan pelatihan berbasis kompetensi. “Dengan demikian, para pekerja di desa itu menjadi kompeten, dalam pemahaman kami menyebutnya “Comoetancy Based Tourism Village”, tukasnya.

Kemudian Faisal menambahkan setelah Pilot Project ini dirasakan berhasil oleh semua pihak. Baik dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, Komunitas, BUMN, asosiasi dan lainnya. Makanya, akan dilakukan pada Desa Wisata lain yang ada di Pulau Belitung dan Bangka.

“Tahun 2021 BLK Belitung akan melaksanakan pelatihan processing, dengan target one village one product, dan ini juga butuh bantuan semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas dan asosiasi,” tandas Faisal.

Sementara itu, PIC Desa Wisata Wisata Kreatif Terong, Iswadi mengatakan secara keseluruhan mereka merasa mempunyai tanggung jawab yang lebih besar agar program ini bisa berjalan dengan baik. Terutama untuk dapat mensejahterakan masyarakat Desa Terong secara keseluruhan.

Kata Iswandi, sebenarnya pihak BLK sudah cukup lama survey di Desa Kreatif Terong sekitar tahun 2018 akhir dan melakukan komunikasi dengan pengelola Agrowisata Desa Wisata Kreatif Terong. Lalu, BLK mengundang mereka untuk melakukan presentasi tentang program-program Desa Wisata Kreatif Terong yang sudah berjalan sejak 2014 yang lalu.

“Sejak itu mereka (BLK) intens terus melakukan komunikasi dengan kami, dengan berbagai macam pembicaraan-pembicaarn yang mengarah kepada kemitraan ini, dan satu bulan kemarin mereka tunjuk kami,” terang Iswandi.

Iswandi berharap nantinya ada peningkatan kualitas sumber daya manusia ( SDM), sistem pengelolaan dan manajemen Desa Wisata Kreatif Terong. Dia pun memaparkan potensi-potensi dan destinasi wisata baru yang saat ini tengah dikembangkan serta dikelola oleh berbagai kelompok komunitas masyarakat.

Diantaranya potensi Wisata Sungai, Hutan Mangrove dan Laut Desa Terong, Wisata Aik Rusa’ Berehun, Wisata Bukit Tebalu Simpor Laki (Hkm BTSL) dan Wisata Agro (Pertanian dan Perkebunan). Ada juga Kelompok Pembesaran Tambak Ikan Lele, Kelompok Kerajinan Anyaman, Kelompok Seni dan Budaya Gambus serta Komunitas Pengelola Rumah Singgah Wisata. (dod)