Pengembangan Pariwisata Belitung Kedepan Fokus Berbasis Geopark 

by -
Pengembangan Pariwisata Belitung Kedepan Fokus Berbasis Geopark 
Rakor digelar di ruang Rapat Bappeda Kabupaten Belitung, Kamis (21/1) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten Belitung melakukan rapat koordinasi (rakor) pembahasan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Geopark dengan pendekatan perhutanan sosial dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. Rakor digelar di ruang Rapat Bappeda Kabupaten Belitung, Kamis (21/1).

Bupati Belitung H. Sahani Saleh mengatakan, pengembangan kepariwisataan Belitung ke depannya sudah memfokuskan ke arah pengembangan geopark. Sebab, secara regulasi sudah dikuatkan oleh status Unesco Global Geopark (UGG).

“Sekarang kita lihat bagaimana sampai pemerintah pusat sudah menetapkan khususnya dengan pendekatakan perhutanan, dari pusat dalam mengembangkan pariwisata berbasing kehutanan, di seluruh Indonesia hanya dua kabupaten, salah satunya Belitung,” kata Sahani.

Untuk pengembangan Perhutanan di Kabupaten Belitung kata dia, difokuskan pada dua lokasi yakni HKM Juru Seberang dan Bukit Peramun. Artinya ke depan mengembangkan wisata di Belitung berbasis Geopark.

“Rapat koordinasi ini karena sesuai rencana kita akan diarahkan ke arah itu. Bukan berarti budaya dan yang lain ditinggalkan, tetapi sebagai sinkronnya nanti, tapi utamanya itu (berbasis geopark),” terang bupati yang karib disapa Sanem itu.

Kata Sanem, nantinya ada “Core Business” melalui Organiasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga dibuat road mapnya setiap OPD untuk mendukung Geopark itu. Makanya peran-peran seperti infrastruktur, prasarana menjadi tugas (mereka) di masing-masing OPD.

“Misalnya Dinas Pendidikan perlu didukung dengan adanya Guide Geopark dengan melakukan kursus bahasa inggris, atau petunjuk-petunjuk jalan itu tugasnya Dinas Pekerjaan Umum, jadi semua OPD harus terlibat,” paparnya.

Dengan demikian kata Sanem, semua OPD ataupun instansi vertikal terlibat dalam pengembangan kepariwisataan berbasis geopark itu sesuai dengan tugas dan fungsi mereka.

“Inilah pola yang disupport pemerintah pusat membangun pariwisata di Belitung karena sinergi berkesinambungan atau “Core Business” jelas antara segenap OPD berkaitan fokus tujuan satu membangun pariwisata,” pungkas Sanem.

Semua OPD Harus Saling Mendukung

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Jasagung Haryadi mengatakan rakor percepatan ini merupakan tindaklanjut dari Belitong diterima sidang Councill di Paris sebagai UGG.

Kemudian dari rapat Bupati dengan Kemenko Maritim, bahwa Belitung ditetapkan sebagai salah satu perhutanan sosial, hanya ada 2 yaitu Belitung dengan Lumajang.

“Nah ini yang harus ada percepatan, sesuai dengan konsep kita pembangunan pariwisata Belitung itu sinergis dan terintegrasi. Jadi semua OPD harus saling mendukung, baik OPD di Pemkab maupun vertikal,” katanya.

Jasagung menyebutkan dari hasil rapat koordinasi ini akan diusulkan rencana aksi kepada Bupati Belitung. Dan kemudian untuk ditindaklanjuti seluruh OPD sesuai tugas dan fungsi mereka masing-masing.

“Arahan bupati dan pak Sekda, seluruh OPD harus menindaklanjuti hasil rapat hari ini, dan kita akan membuatkan bekerja sama dengan Bappeda, BP yakni rencana aksi apa yang harus dikerjakan masing-masing OPD dengan standar yang ditetapkan oleh Unesco,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara rakor tersebut, Sekda Belitung MZ Hendra Caya, Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Belitung Hermanto, segenap OPD, stakeholder terkait, beberapa kepala desa dan undangan lainnya. (dod)