Penghuni Asrama Harus Kuliah

by -

Wakil Ketua DPRD Bangka, Rendra Basri mengungkapkan untuk orang di asrama harus menempuh pendidikan dan kuliah. “Yang nganggur dan tidak kuliah, sekolah, jangan tinggal di asrama, karena pemerintah daerah Kabupaten Bangka menyediakan asrama untuk ditempat sebagai asrama untuk menempuh pendidikan, bukan untuk senang-senang atau berbuat yang tidak baik,” tegas Rendra Basri, ketika menyampaikan sambutannya dalam pertemuan dengan penghuni asrama ISBA Yogyakarta, Senin (7/12) di Mushola ISBA Yogyakarta.
Rendra yang ditemani juga anggota DPRD Bangka lainnya, Magrizan, Amzahri, termasuk juga mantan penghuni ISBA Yogyakarta, diantaranya Nasir Hasan, Suyono Slamet, Suyadi Bachrun, Iskandar, Abdul Her, Toni SE, dan pejabat Pemkab Bangka lainnya seperti Kepala Dinas PU, Jumani, Kabag Umum dan Perlengkapan, Anwar, Kabag Humas, PDE dan Santel, dan lainnya. Diuraikan Rendra, asrama ISBA Yogyakarta ini merupakan asrama yang dapat menampung mahasiswa se-Pulau Bangka, namun kita harus punya keseriusan dan mengikuti aturan yang ditetapkan. “Tidak selamanya harus tinggal di asrama, perlu sosialisasi juga ke masyarakat sekitar, misalnya jika yang mengambil strata satu, empat satu di asrama, namun ada satu tahun juga harus tinggal di tinggal masyarakat. Sehingga bisa sosialisasi dan mengenal budaya Jawa. Diploma tiga juga begitu, kita atur aturan mainnya nanti, sesuai dengan porsinya,” terang Rendra.
Dikatakan Rendra, asrama ISBA di Yogyakarta diharapkan bisa menjadi ikon bagi Kabupaten Bangka dan Bangka Belitung umumnya sehingga orang bisa mengenal Bangka lebih dalam. “Wujudkan prestasi, keseriusan, sehingga bisa menjadi ikon bagi kita di tanah rantau, jadikan asrama sebagai asrama pendidikan, bukan tempat untuk berbuat yang terkesan negatif,” harapnya. Sementara itu, Suyadi Bahrum, mengharapkan asrama ini sebagai tempat untuk menampung para mahasiswa yang mau serius melanjutkan pendidikan. “Sebagai senior dan pernah tinggal di asrama, saya sangat peduli, dan kedepan asrama ini semakin baik kedepannya, terutama sebagai wadah akulturasi budaya Bangka dengan budaya nusantara yang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta,” katanya.
Nasir Hasan, selaku sesepuh ISBA Yogyakarta sekaligus utusan dari Pemkab Bangka berharap penghuni asrama nanti, mengikuti aturan yang ada, yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu, Nasir mengharapkan para mahasiswa dapat memberikan masukan, saran dan ide sehingga asrama ISBA ini dapat berjalan baik. “Pendapat adek-adek akan kita akomodirkan, kita diskusikan, dengan pak bupati, DPRD, tokoh masyarakat yang pernah tinggal di asrama, mana yang terbaik, akan kita tetapkan, sesuai dengan peraturan bupati,” katanya.
Sementara itu Kabag Humas, PDE, Santel, Boy Yandra di sela-sela pertemuan mengharapkan adanya masukan dari mahasiswa sehingga asrama ISBA nanti, semakin baik kedepannya. “Masukan mashasiswa sangat berarti bagi kami, sehingga apa yang terbaik buat mahasiswa, dapat diwujudkan, kita rumuskan mengenai tata tertibnya, penhuninya, dan pengurusnya, akan kita rumuskan bersama, sehingga baik untuk asrama dan penghuni ISBA,” kata Boy Yandra. Kedepan bupati, kata Boy Yandra mengungkapkan pembenahan asrama ISBA semakin baik kedepannya. “Yang penting pengaturannya, penghuninya siapa, aturan masuknya seperti apa, kita remukkan bersama nanti, kita harapkan masukan dari adik-adik mahasiswa,” jelas Boy.
Asrama  ISBA Yogyakarta yang merupakan asset Pemkab Bangka pada bulan September yang lalu dilakukan perehaban dan pembangunan gedung baru. “Ada 24 kamar nanti, lengkap dengan fasilitas seperti mushola, ruang tamu dan lainnya untuk menampung mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta, usai proses rehab nanti, akan kita lakukan juga proses pembenahan,” katanya.
Sementara itu Ketua ISBA Yogyakarta, M. Ramadhani mengungkapkan adanya peraturan yang jelas nantinya dari Pemkab Bangka sehingga siapa yang menghuni asrama nantinya dapat. “Kita ingin mahasiswa ini aktif, nanti kita diskusi internal nanti sehingga dapat memberikan masukkan untuk pemda, apa yang terbaik dalam pengurusan asrama ISBA nantinya,” jelas Dhani.(rel)