Penghuni Asrama ISBA Akan Diatur

by -

// Siap Dipanggil Gubernur dan Wagub

SUNGAILIAT – Bupati Bangka Tarmizi H.Saat mengaku siap menjelaskan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Babel terkait renovasi asrama ISBA Jogjakarta, yang sedang dilakukan. Ditemui usai Training of trainer edukasi keuangan dan inklusi keuangan bagi tenaga pengajar tingkat SMP/SMA di Hotel Novilla Sungailiat, kemarin (20/10), Tarmizi menjelaskan renovasi memang diperlukan lantaran kondisi asrama yang memprihatinkan.
“Selain itu juga rehab berdasarkan masukan para sesepuh dan senior asrama Isba yang menginginkan hal itu diatur,” kata Tarmizi. Menurut dia, pihaknya sudah menurunkan tim untuk hadir kesana. Hasilnya benar-benar mencengangkan. Menurut orang nomor satu di Pemkab Bangka ini, di asrama ISBA ada yang tidak lagi berstatus mahasiswa. Bahkan ada narkoba hingga coretan-coretan memenuhi dinding asrama. “Harusnya mereka mencontoh asrama ISBA di Palembang, Bogor dan lainnya. Tertata rapi disana,” pintanya.
Untuk itu kedepan usai renovasi, Tarmizi mengaku akan membuat aturan terkait penghuni asrama. Tak terkecuali persoalan indeks prestasi (IP), izin orang tua dan lainnya. “Harusnya kan mereka tau tata krama. Makanya kita buat peraturan agar lebih tertib,” kata dia.
Terkait pengusiran kata dia, hal itu tidak benar. Memang iya menyebutkan selama renovasi asrama harus dikosongkan. “Dan nantinya siapapun boleh tinggal disana sesuai dengan aturan yang ada. Basel, Bateng dan lainnya boleh,” ucapnya. Tarmizi menegaskan, asrama tersebut akan menjadi Bangka mini di Jogja. Dimana, segala suatunya akan diatur. “Itu aset pemda Bangka. Makanya kita atur,” ucapnya.
Sebelumnya, Aqbal Haikal menjelaskan, sebelum dilakukan renovasi sudah pernah dilakukan diskusi, namun belum ada kesepakatan dari diskusi tersebut. “Kita sudah pernah diskusi, tapi dalam diskusi itu belum ada kata sepakat, tiba-tiba mau direnovasi kita diusir begitu saja. Kita diberikan surat untuk mengosongkan asrama, sementara tidak diberikan kompensasi apapun, terpaksa kami mengungsi dan mencari kosan,” jelas mahasiswa asal Bangka Tengah ini.
Aqbal berharap, masalah tesebut cepat diselesaikan dan asrama ISBA Jogja dapat difungsikan secepatnya sesuai dengan tujuannya. “Kita berharap agar ada perhatian kepada kami. Selain itu, jika sudah direnovasi kita ingin agar Asrama ini tetap digunakan sebagaimana mestinya. Janganlah Asrama ini cuma untuk mahasiswa dari Kabupaten Bangka saja, sedangkan kita mau dikemanakan,” harapnya.(rb)