Pengrajin terasi udang rebon jual hingga 1,8 ton perbulan

by -

//Lirik peluang terasi udang rebon, Hadianto hasilkan belasan juta sebulan

TANJUNGPANDAN-Hadianto (43) warga Desa Air Saga ini masih sibuk menebar terasi udang rebon di jalan sekitar pasar tradisional Tanjungpandan. Saat itu ia dibantu dua karyawannya. Sekitar 80 kilogram terasi udang rebon siap difermentasi. Ia menempatkannya di dalam dua baskom besar.

Hadianto merupakan pengrajin terasi udang rebon di Belitung. Terasinya sudah cukup terkenal di tempat oleh-oleh di Belitung dan Belitung Timur. Dalam sebulan ia mampu menjual terasi udang rebon hingga berton-ton.

“Tergantung evennya. Apalagi kalo Cheng Beng saya bisa menjual hingga 1,8 ton sebulan,” kata Hadianto ditemui saat memfermentasi, Selasa (11/8) kemarin.

Namun jika kondisi sepipun ia tetap bisa menjual dalam jumlah banyak. Beberapa bulan terakhir ini ia mampu menjual sekitar 1,5 ton sebulan. Jumlah itu semuanya hanya dijual di tempat oleh-oleh saja.

Ditarik ke belakang, ia memulai usahanya sejak tahun 1996 lalu. Ia melihat peluang ini belum banyak yang memulai. Saat itu terasi Sijok atau yang akrab dikenal belacan Sijok mulai turun produksinya. Apalagi terasi tidak asing bagi orang Belitong. Rasanya lebih enak. Karena udang tidak makan bangkai. Makanannya plangton, sehingga penuh dengan protein.

Terasi udang rebon bisa digunakan untuk bumbu masakan. Terasi ini dijual Rp 20 ribu perbungkus dan perbotol, juga harganya Rp 20 ribu. Makanya dalam sebulan ia bisa mendapat keuntungan bersih belasan juta. Ia juga bekerja dibantu lima orang karyawan di rumah.

Sayangnya dibeberapa tempat keberadaan udang rebon terganggu. Habitatnya banyak rusak oleh TI Rajuk. Udang rebon ini sangat khas. Ia biasa tinggal di daerah muara. Ia mendapatkan udang rebon dari mana saja mengikuti musim. “TI rajuk itu musuh ikan rebon,” tukas Hadianto.

Ia juga memberi tips bagi pemula jika ingin membuat terasi udang rebon. Baginya membuat udang rebon tidak sulit. Udang rebon cukup ditambah garam, lalu difermentasi. Tak perlu digiling, karena udang rebon asli bisa hancur sendiri jika difermentasi. “Dia kalu yang asli hancur, sama seperti membuat rusip,” pungkasnya.(ade)

Foto : hadianto sedang menjemur udang rebon yang akan dibuat menjadi terasi