Pengurus Mushola Terjerat Tipikor

by -

SUNGAILIAT- Diduga melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah APBD Provinsi Bangka Belitung (Babel) tahun 2012 – 2013, Farma Jaya alias Jaya (46) warga Jalan Imam Bonjol Sungailiat harus harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Kamis (2/6/2016) kemarin, berkas dan tersangka Kasus Dugaan korupsi dana hibah tersebut diserahkan Penyidik Polres Bangka ke Kejaksaan Sungailiat.

Informasi yang dihimpun wartawan, tersangka Jaya diduga menggunakan Dana Hibah untuk pembangunan Mushola  Nur Hasanah yang terletak di Gang Krakatau Jalan Imam Bonjol senilai Rp.68 Juta.  “Tersangka diduga menyelewengkan dana hibah yang diperuntukan untuk pembangunan mushola. Tapi dana tersebut tidak sesuai peruntukannya tapi dinikmati sendiri. Pembangunan tidak sesuai bangunan yang diharapkan sehingga terjadi kerugian negara. Tersangka diketahui sebagai pengurus,” jelas Kasi Pidsus Kejari Sungailiat,  Budi Maselius,SH kepada wartawan Kamis (2/6/2016) kemarin.

Kasi Pidsus Kejari Sungailiat, Budi Marselius, SH kepada wartawan Kamis (2/6/2016) kemarin mengatakan bahwa kasus tersebut sebelumnya diproses oleh Polres Bangka dan kemarin dilakukan penyerahan BB dan tersangka ke kejaksaan negeri Sungailiat.

Menurut Budi, Pengacara tersangka informasinya hari itu juga akan melakukan penangguhan penahanan kepada tersangka.  “Suherman Pengacaranya. Infonya akan mengajukan penangguhan, tapi sesuai prosedur kita lakukan penahanan. Tapi mereka juga punya hak. Silahkan ajukan secara prosedur kalau bisa ditangguhkan kita tangguhkan kalau tidak kita lakukan penahanan,” jelasnya.

Dikatakan Budi, saksi dalam kasus tersebut sebanyak 20 orang berupa, tukang, mandor dan pemilik Toko material. Jaya dikenakan Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 Undang – Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Terpantau setelah berkas dan tersangka diserahkan ke Kejaksaan, tersangka tampak digiring ke mobil tahanan kejaksaan menuju Lapas Bukit Semut.(dee)