Pengusaha Sawit Jangan Tutup Mata

by -

KOBA – Sejumlah pengusaha sawit yang ada di Bangka Belitung (Babel) diminta untuk tidak tutup mata menyusul banyaknya asap dua minggu terakhir yang melanda Babel tak terkecuali Koba, Bangka Tengah. Tokoh pemuda Kecamatan Koba, Erwin menyebutkan, perkebunan sawit terbentang dari Kelurahan Arung Dalam, Desa Nibung, Guntung, Terentang hingga Desa Penyak.
“Kebakaran-kebakaran yang terjadi belakangan ini terutama di seputaran Kecamatan Koba, seharusnya tidak hanya melimpahkan masalah kebakaran ke Pemerintah Bateng saja dong. Seharusnya, pengusaha kebun sawit terbesar di Kecamatan Koba ini yakni Thamron alias Aon pun turut turun tangan bukan cuma berdiam diri saja,” tegas Erwin kepada wartawan, Senin (14/9) kemarin.
Menurut Erwin, Aon yang merupakan pengusaha kebun sawit dengan luas ratusan hektar berlokasi di Kelurahan Arung Dalam, desa Nibung, Guntung, Terentang hingga Penyak dalam hal ini jangan hanya mau tahu untung dan untuk saja. Namun aspek gangguan ketentraman seperti inipun harus diantisipasi dan ditanggulangi sebagai bentuk coorporate social responcibility (CSR) perusahaan CPO yakni CV MAL. “Menanggulangi kebakaran ini, ya minimal pengusaha sawit ini membantu pemadaman api dengan menyiapkan mobil pemadam kebakaran sendiri atau apalah. Karena hingga saat ini, kalau kami lihat pengusaha sawit hanya mau mencari keuntungan semata. Sementara jika terjadi masalah kebakaran seperti sekarang ini semuanya dilimpahkan ke Pemda, kondisi demikian memang sangatlah membuat kita miris,” imbuhnya.
Selaku pemuda Kecamatan Koba, Erwin pun mengaku kecewa dengan tingkah pola oknum pengusaha sawit di Kecamatan Koba yang tak peka dan tak peduli dengan maraknya kebakaran belakangan ini. Padahal, lahan tanah di Kecamatan Koba sudah digarap untuk usaha perkebunan sawit, namun ketika ada masalah dengan alam kemudian pengusaha pun pura-pura tidak tahu dan tutup mata saja. “Sekelumit permasalahan seperti efek kebakaran lahan yang menimbulkan kabut asap ini baru sebagian kecil yang harus diperhatikan oleh pengusaha sawit terhadap masyarakat di sekitar kebun. Belum berbicara aspek lainnya, misalkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Maka dari itu, masyarakat kedepannya jangan mudah-mudah menjual lahan kepada investor tak bertanggungjawab yang hanya tahu meraup keuntungan pribadi saja,” tandas Erwin.
Sementara, Tim reaksi cepat BPBKesbangpol, pada Senin (14/9) kemarin sempat disibukkan untuk menjinakan amukan si jago merah yang tak diketahui darimana sumbernya. Api bahkan nyaris membakar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Penyak Kecamatan Koba.
Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBKesbangpol Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Pani Hendra Saputra mengatakan, bahwa proses pemadaman api berjalan dengan alot yang ditenggarai akibat faktor angin laut yang kencang. Selain sempat membakar semak belukar di seputaran SPBU Penyak, api juga telah menghabiskan kebun-kebun sawit, karet dan sahang milik warga. “Maka dari itu, 3 unit mobil pemadam kebakaran kami standbykan di dekat SPBU Penyak. Karena khawatir, bilama api merambat kemudian membakar SPBU Penyak yang menampung bahan bakar minyak,” ujar Pani Hendra.
Lanjut Pani, berkat kerja keras tim memadamkan api, sehingga titik-titik api pertama pemadaman mulai dari sekitar SPBU Penyak, hingga ke semak-semak belukar titik-titik api pun berhasil habis dipadamkan. Kita pun sempat dibuat kewalahan memadamkan api tersebut, karena titik api sangat banyak. Sementara pemadaman dilakukan step by step, namun kendati demikian api berhasil dipadamkan dan tidak sampai membakar SPBU Penyak.
Sementara Manajer CV MAL, Ubaidillah yang hendak dikonfirmasi RB terkait desakan tokoh pemuda Bateng tersebut tidak merespon panggilan masuk, meskipun handpone seluluer yang bersangkutan bernada aktif. Bahkan setelah dicoba berulang kali tetap tidak ada respon.(and)