Peningkatan Kasus Cukup Signifikan, Pemkab Ambil Langkah Penting

by -
Peningkatan Kasus Cukup Signifikan, Pemkab Ambil Langkah Penting
Bupati Belitung, Sahani Saleh.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Peningkatan kasus virus Corona atau Covid-19 dalam dua pekan terakhir membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab Belitung) mengambilkan sejumlah langkah penting. Sebab, kasus Covid-19 dari beberapa klaster transmisi lokal peningkatannya cukup signifikan, terutama di Kecamatan Tanjungpandan.

Hingga Minggu (22/11), pasien Covid-19 yang dirawat dan diisolasi totalnya sudah 32 orang. Pusat Isolasi RSUD dr H Marsidi Judono sedang merawat 5 pasien Covid-19, dengan gejala sedang dan berat. Sedangkan Pusat Isolasi SKB merawat sebanyak 27 pasien Covid-19, dengan kondisi stabil, gejala ringan, dan tanpa gejala.

Demikian perkembangan informasi terkini disampaikan H. Sahani Saleh, S.Sos selaku Bupati Belitung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Belitung, dalam keterangan tertulis yang diterima Belitong Ekspres, Minggu (22/11) kemarin.

Beberapa hal penting tersebut diambil berdasarkan hasil rapat internal Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung, yang dipimpin langsung Bupati Sahani Saleh, Sabtu malam (21/11). Diharapkan beberapa hal itu penting untuk menjadi perhatian dan harus ditindaklanjuti bersama.

Pertama, sekolah-sekolah mulai dari PAUD/sederajat, tingkat dasar (SD/Sederajat) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat di Kabupaten Belitung, seluruhnya dialihkan sistem pembelanjarannya menjadi sekolah online atau dari rumah.

Efektif pelaksanaannya mulai tanggal 23 sampai dengan 28 November 2020. Dan, jangka waktu ini akan terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Murid tidak dibenarkan beraktifitas di ruang publik selama masa belajar dari rumah tersebut.

Kepada orangtua, juga diharapkan dapat membatasi aktivitas anak di ruang publik dan memastikan agar anak mengedepankan protokol kesehatan. Pasalnya, saat ini sudah terjadi peningkatan kasus anak-anak sekolah yang terpapar Covid-19.

“Mohon kepada para orangtua dan masyarakat untuk dapat melakukan pendampingan, bimbingan, pengarahan, dan pegawasan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pinta Sanem sapaan karibnya.

Kedua, Pemerintah Daerah bersama perangkat terkait akan bersama-sama melakukan penegakan disiplin secara tegas dan ketat untuk menggunakan masker bagi seluruh masyarakat Belitung selama beraktifitas. Dengan kata lain, diberlakukan sanksi bagi yang melanggarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, untuk aktivitas ekonomi bagi para pelaku usaha tetap dapat berlangsung dengan penerapan disiplin dan pengawasan aparat sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Keempat, sekarang ini telah terjadi Transmisi Lokal Covid-19 di Kabupaten Belitung.

Untuk itu, bagi masyarakat yang pernah kontak erat dengan pasien-pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang pernah berada dalam satu ruangan lebih dari 15 menit, berdekatan dengan jarak kurang dari 2 meter, diharapkan untuk segera menghubungi Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Dan, jika sudah ada gejala demam dan sesak nafas bisa datang langsung ke Pusat Deteksi Covid-19 RSUD dr H Marsidi Judono Kabupaten Belitung,” ujar orang nomor 1 di Kabupaten Belitung tersebut.

Kelima, Tim Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belitung terus melakukan tracing atau pelacakan, pemeriksaan secara ketat dan cepat terhadap semua potensi paparan Covid-19 yang terkait dengan pasien positif.

“Penemuan angka positif yang baru adalah bukti bahwa pelacakan telah menemukan kasus-kasus positif terkait untuk mengamankan penularan kepada yang lain,” tukas Bupati Sanem.

Minggu Bertambah 5

Sementara itu, Bupati Belitung juga menyampaikan penambahan 5 orang pasien Positif Covid-19 per Minggu (22/11) kemarin. Yaitu, pasien 1748 inisial SZ laki-laki (66), pasien 1830 inisial VA perempuan ( 9), pasien 1837 inisial MY perempuan (24) dan pasien 1848 inisial RL perempuan (9) serta pasien 1849 inisial SS perempuan (56).

“Kelima orang pasien itu status konfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil uji PCR Spesimen Swab tenggorokan di Laboratorium Biomedis RSUD dr H Marsidi Judono, pada hari Sabtu Malam, (21/11) kemarin,” kata Bupati Belitung.

Menurut bupati, pasien 1748 adalah laki-Laki yang beralamat di Kelurahan Lesungbatang. Pasien ialah pensiunan PT. Timah yang baru pulang dari Bengkulu pada 19 November 2020. Kemudian singgah selama 2 hari di Sungailiat Bangka dan pulang ke Belitung pada 21 November 2020, dengan menggunakan Kapal Express Bahari.

“Tiba di Belitung pasien 1784 datang ke Klinik Swasta di Tanjungpandan untuk melakukan pemeriksaan rapid test dan didapatkan hasil reaktif. Pasien ini dengan gejala pegal-pegal, menggigil disertai dengan penyakit komorbid darah tinggi,” terang Sanem.

Kemudian, pasien 1830 adalah anak perempuan berusia 9 tahun, pelajar SDIT Bina Insani Tanjungpandan, yang beralamat di Desa Perawas. Pasien ini adalah anak dari pasien 1787 (NU/LK/44) yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan cucu dari pasien 1761 (DA/P/56).

Lebih lanjut Sanem menerangkan, pasien 1837 adalah perempuan berusia 24 tahun, yang beralamat di Desa Air Saga. Pasien ini merupakan karyawan toko dari pasien 1767 (AN/LK/37) yang terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya.

Kemudian pasien 1848 adalah anak perempuan berusia 9 tahun, pelajar SDIT Bina Insani Tanjungpandan yang beralamat di Desa Aik Ketekok. Pasien kontak dengan pasien 1835 (NN/P/9) yang terkonfirmasi Covid-19.

Selanjutnya, pasien 1849 adalah perempuan berusia 56 tahun, ASN di SD Negeri 12 Mempiuk Badau, yang beralamat di Desa Perawas dan pernah kontak dengan Pasien 1796 (BD/P/49) yang terkonfirmasi Positif Covid-19. “Dari 5 pasien, sebanyak 4 orang akan diisolasi di Pusat Karantina SKB dan 1 orang isolasi mandiri,” tandas Sanem. (dod)