Penipuan Via HP Marak

by -

*Modus Kasih Informasi Dapat Hadiah Jutaan
TANJUNGPANDAN-  Percobaan tindak penipuan melalui modus SMS (short message service) handphone belakangan marak terjadi di Belitung. Sejumlah indikasi penipuan dialami warga dalam sepekan terakhir.
Informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, selain SMS berbau bujukan iming-iming hadiah jutaan maupun barang berharga, pelaku juga langsung menelepon calon korban. Kejadian ini seperti dialami oleh beberapa warga di Tanjungpandan seperti dituturkan kepada Belitong Ekspres.
Salah satu warga di Perawas dengan inisial ACE kepada BE menuturkan, awalnya dia mendapat SMS dari nomor yang tak dikenal sebelumnya. SMS itu berisi lelang kendaraan dengan harga sangat murah. Ketika dilacak lebih jauh, nomor bersangkutan 08173xxxxx mengarahkan ke nomor HP lain untuk keterangan lebih lanjut.
Selanjutnya, ACE terus melakukan komunikasi untuk memancing pelaku penipuan yang selalu mengelak ketika ditanya namanya. Dia mengaku, staf dari Kejaksaan. “Saya sudah membaca gelagat orang yang menipu saya. Karena, saya sudah cek tak ada informasi soal lelang mobil murah di Bangka. Saya pun putuskan untuk tidak mengangkat telepon dari penipu yang saya sendiri tak tahu nama sebenarnya,” ungkap ACE.
Calon korban lain, warga Buluh Tumbang  Tanjungpandan berinisial SAR mengaku, hampir saja menjadi korban penipuan melalui HP. Awalnya, dia dapat SMS yang berisi keberuntungan mendapat hadiah Rp 10 juta dari salah satu operator seluler.
“Aku la senang sekali baca SMS hadiah Rp10 juta. Tak lama saya disuruh menelepon nomor HP tertentu. Aku pun ikuti perintah orang yang saya telepon. Karena saya bingung, akibat penelepon mengarahkan saya ke MesinATM Bank, maka saya berkonsultasi dengan kawan lain yang lebih tahu. Semoga polisi bisa menangkap para pelaku penipuan ini,” ujarnya kepda BE.
SAR menjelaskan, kawannya mencoba menerima telepon dari orang yang mengaku dari pihak operator seluler. Karena melihat nomor HP yang dipakai si penelepon menunjukkan angka yang mencurigakan,  kawan SAR mulai merasa ada yang tidak pas. Sebab, penipu terus menanyakan bank dan ATM SAR.
“Saya disuruh menyebutkan nomor rekening dan menanyakan jumlah saldo di rekening saya. Karena kawan saya sudah pernah mengalami upaya penipuan semcam ini, arahnya sudah jelas saya diminta mentransfer sejumlah uang sebagai syarat untuk mendapatkan hadiah yang disebutkan di awal pembicaraan,” papar pegawai swasta ini.
Penelusuran BE juga menemukan calon korban lain yakni, warga Desa Terong berinisial N. N kepada BE mengatakan,  awalnya dia ditelepon dari orang  tak dikenal karena mendapat  sejumlah hadiah uang  tunai Rp 5 juta. Lantas, dirinya menjawab, masih menunggu suaminya pulang kerja dulu untuk  meminta persetujuan, lantaran ada syarat meminta nomor rekening bank.
“Waktu ditelepon, saya langsung menjawab, nunggu suami saya dulu setelah pulang dari kerja. Lalu, si penelepon memaksa saya untuk menyebutkan  nomor rekening milik saya,” ujarnya.
Kepada BE, suami N menduga ini adalah upaya  penipuan yang coba dilakukan seseorang yang terindikasi dari luar Belitong. “Saya curiga saja mengapa penelepon tiba-tiba ngasih info istri saya dapat hadiah Rp 5 juta, kemudian dia meminta nomor rekening istri dengan sedikit memaksa. Kalo hadiah beneran, pasti ada prosesnya, misal melalui perusahaan di daerah,’’ ungkap IF, suami N. (mg2)