Penjualan Hewan Kurban Masih Sepi, Alami Penurunan Hingga 30 Persen

by -
Penjualan Hewan Kurban Masih Sepi, Alami Penurunan Hingga 30 Persen
Penjual hewan kurban di Jalan Pilang Desa Dukong saat memberikan makan sapi yang hendak dijual, Selasa (7/7).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Tiga pekan menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban di Belitung masih sepi pembeli. Bahkan salah satu pedagang mengaku tahun ini mengalami penurunan penjualan hingga 30 persen, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan Belitong Ekspres disejumlah kawasan di Tanjungpandan terlihat beberapa pedagang hewan kurban kambing dan sapi mulai bermunculan. Seperti di Jalan Sijuk, Jendral Sudirman, Air Merbau hingga di kawasan Pilang Dukong.

Hisyam salah satu penjual hewan ternak di Pilang Dukong mengatakan, dirinya sudah mulai meramaikan jualan kambing dan sapi sejak setengah bulan lalu. Saat ini di tempatnya, ada puluhan ekor sapi dan kambing.

“Hewan ini kita datangkan dari berbagai daerah. Untuk kambing kita datangkan dari Lampung. Sedangkan sapi, kami mendatangkan langsung dari Pulau Madura,” kata Hisyam kepada Belitong Ekspres, Selasa (7/7) kemarin.

Dijelaskan Hisyam, penjualan tahun ini lebih sepi, dibandingkan tahun lalu. Diduga penyebabnya lantaran pandemi Covid-19. Pada tahun 2019 lalu, sebulan sebelum Idul Adha, sudah banyak pembeli yang memesan hewan kurban.

“Namun untuk sekarang masih sedikit yang membeli. Mungkin kemungkinan ramai, H-7 menjelang Idul Adha baru ramai,” kata pria yang sehari-hari berjualan daging sapi ini.

Akibat sepinya pembeli, ia membatasi pengambilan hewan dari berbagai daerah. Tahun lalu, dia mengambil kambing dari luar sebanyak 100 ekor. Namun tahun ini hanya mengambil 70 ekor. Begitu pula dengan sapi. “Saat ini kambing dan sapi masing-masing ada sekitar 40 ekor. Minggu depan kemungkinan datang lagi, sebanyak 30 ekor,” jelasnya.

Untuk mendapatkan hewan kurban ini, berbagai harga ditawarkan penjual kepada pembeli. Di harga kambing harga mulai Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Sedangkan sapi masih dikisaran harga Rp 20 juta per ekornya.

“Hewan yang kami jual kita pastikan sehat. Bahkan kabarnya dalam waktu dekat dari dinas dan MUI Belitung akan memberikan label kepada hewan ternak sehat dan layak untuk dijadikan kurban,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekertaris MUI Kabupaten Belitung Drs H Ramansyah mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya beserta Dinas Peternakan Kabupaten Belitung akan mengelar sidak ke sejumlah penjual hewan kurban yang ada di Negeri Laskar Pelangi.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya kami dan sejumlah instansi akan mendatangi para penjual. Tujuannya untuk melihat kondisi hewan yang dijual,”kata H Ramansyah kepada Belitong Ekspres.

Menurut Ramansyah, setelah melihat dan memantau kondisi hewan kurban yang ada di Belitung, MUI dan Dinas terkait akan memberikan label terhadap kambing, sapi yang layak disembelih (dikurbankan).

“Bagi hewan yang layak disembelih kita akan beri label. Hewan yang berlebel tentunya yang bisa dijual. Untuk mendapatkan Lebel itu harus ada berbagai persyaratan. Nanti pada saat kita sidak kita akan jelaskan,” tukasnya. (kin)

Editor: Yudiansyah