Penolakan Nelayan tak Digubris, Tambang Pasir Lanjut Terus…

by -

TANJUNGPANDAN – Adanya penolakan nelayan terhadap penambangan pasir di Sungai Samak, tak membuat dua CV Kembar Rezeki dan CV  Cahaya Mandiri Abadi menghentikan aktivitasnya.  Dua perusahaan pasir tersebut tetap melakukan penambangan pasir di lokasi tersebut.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpandan Andi Bayu Mandala Putera membenarkan adanya kabar itu.  Menurutnya, CV Kembar Rezeli dan CV Cahaya Mandiri Abadi hingga kemarin(Kamis, 30/3) kabarnya tetap melakukan aktivitas pertambangan di lokasi.

Ditambahkan Andi, pihak PN Tanjungpandan sendiri tak melarang aktivitas itu lantaran belum ada putusan tetap. Sebab, hingga saat ini antara tiga belah pihak yakni Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Belitung, pemilik perusahaan tambang dan masyarakat nelayan Sungai Samak masih dalam tahap negosiasi.

“Jadi, kami tidak berhak untuk membubar aktivitas pertambangan itu,” ujar Andi Bayu kepada Belitong Ekspres Kamis (30/3).

Meski begitu, pihak PN Tanjungpandan akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas pertambangan dan reaksi warga sekitar yang menolak tambang itu.  Ia menambahkan, proses mediasi masih panjang.  Rencananya, ke depan pihak PN Tanjungpandan akan datang ke lokasi untuk memantau secara langsung aktivitas pertambangan yang dikeluhkan masyarakat nelayan Sungai Samak.

Sementara itu, Pemilik Tambang Pasir Manyu, hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi mengenai masalah ini. Beberapa kali pria yang identik dengan julukan bos pasir ini, dihubungi melalui seluler dan sms belum ada respon.(kin)