banner 728x90

Penukaran Uang Capai Rp1,77 M

Life at ease with amazing nature| Leebong island

*BI Sambut Baik Tingginya Animo Masyarakat

F-Edhi-Rahmanto---BI

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provensi Bangka Belitung (Babel) Edhi Rahmanto Hidayat. Foto reza/be

TANJUNGPANDAN – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung (Babel) Edhi Rahmanto Hidayat menyambut baik tingginya animo masyarakat Belitung untuk menukarkan uang koin, lusuh dan uang layak edar.

Pada pelaksanaan Gerakan Peduli Koin dan Penukaran Uang Lusuh Bank Indonesia di Kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam total penukaran uang mencapai Rp1,77 miliar. Nilai itu, meliputi penukaran uang koin, uang lusuh dan uang layak edar besar dan kecil.

“Walaupun angka secara resmi belum ada, tapi penukaran uang lusuh di Belitung lebih besar dibandingkan di Bangka. Namun, untuk uang koin lebih banyak di Bangka, yang diperkirakan lebih dari Rp 50 juta, dan uang lusuhnya lebih dari Rp 400 juta,” jelasnya kepada Belitong Ekspres Sabtu (20/5) akhir pekan lalu.

Dikatakan Edhi, uang lusuh dan rusak tersebut nantinya, akan dimusnahkan. Lantas, kegiatan semacam ini rencananya, juga akan dilaksanakan di beberapa kabupaten lainnya di provinsi Kepulauan Babel.

Lebih lanjut ia mengatakan, sejak dibukanya Gerakan Peduli Koin dan Uang Lusuh kunjungan masyarakat Belitung terus bertambah setiap harinya. Bahkan, pada hari terakhir kegiatan kemarin jumlah pengunjung mencapai dua kali lipat dari pada hari sebelumnya.

“Ini merupakan salah satu upaya Bank Indonesia untuk menyalurkan uang layak edar sesuai kebutuhan dan pecahan. Semoga ini diharapkan dapat membantu masyarakat,” tukasnya.

Sementara mengenai uang palsu kata Edhi, sejauh ini peredaran di Babel masih terbilang sangat minim. Meski begitu, ini tetap harus menjadi konsen bersama, sebab uang palsu tentunya dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap uang.

“Pada triwulan pertama sampai bulan April hanya terdapat 17 lembar uang palsu. Lantas, secara keseluruhan pada tahun 2016 lalu di Babel terdapat 283 lembar uang palsu,” katanya.

Kata Edhi, lembaran uang palsu tersebut banyak ditemukan oleh Bank pada saat melakukan penyortiran. Lalu, uang palsu itu kemudian di laporkan kepada Bank Indonesia.

Lantas, untuk mengantisipasinya, pria berkacamata ini menyarankan agar masyarakat dapat mengenali ciri-ciri uang yaitu, dengan 3D dilihat, diraba dan diterawang. Selain itu, jika ingin melakukan transaksi dalam jumlah besar kalau bisa jangan secara tunai.

“Kami (Bank Indonesia-red) dari waktu ke waktu terus berkordinasi dengan pijak berwajib untuk mencegah peredaran uang palsu. Dan, alhamdulillah untuk peredaran uang palsu di Babel masih terbilang minim,” pungkasnya.(rez)

Rate this article!
Tags:
author

Author: