Penumpang Bandara Dipaksa Serahkan Batu Akik

by -

// GM Angkasa Pura II Minta Maaf

PANGKALPINANG – Seorang oknum security Bandara Depati Amir Pangkalpinang, So meminta secara paksa batu akik ke salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air hingga penumpang tersebut ketinggalan pesawat, Selasa (31/3). Saat dikonfirmasi Radar Bangka, Yusuf penumpang yang akan terbang ke Bandara Soekarno Hatta mengaku diminta secara paksa oleh So pada saat pemeriksaan barang.
“Saat saya cek in sekitar pukul 08.15 WIB, barang bawaan saya berupa sejumlah batu akik diperiksa oleh security. Padahal jadwal penerbangan pesawat saya pukul 09.00 WIB. Namun oknum security itu meminta batu akik yang saya bawa secara paksa,” kata Yusuf saat berada di ruang security Bandara Depati Amir sambil melihat rekaman CCTV.
Yusuf yang baru saja mengikuti pameran batu dan barang antik di Graha Puri Pangkalpinang minggu lalu ini, merasa dipaksa oleh oknum security bandara tersebut. Lantaran ia merasa ada pemaksaan yang dilakukan oleh oknum security, Yusuf lantas menghubungi adiknya. Yusuf yang sudah ketinggalan pesawat lalu dipanggil komandan regu security bandara, Wendy untuk melihat rekaman CCTV pada saat pemeriksaan barang. Ia mengaku ada dua security yang berjaga pada saat pemeriksaan barang. Salah satu oknum security itu meminta batu akik secara paksa.
Namun terjadi perdebatan antara Yusuf dengan So saat melihat rekaman CCTV, bahkan So mencak-mencak saat disebut langsung oleh Yusuf yang memaksa meminta batu akik sambil bersumpah. “Kamu yang meminta batu akik kepada saya kan,” kata Yusuf kepada So, yang berusaha berkelit sambil bersumpah.
“Sumpah bang, sumpah bang… bukan saya yang meminta batu kepada dia. Ini fitnah,” kelit So didepan Danru security.
Namun Yusuf mengakui kalau dia ketinggalan pesawat, karena ada kesalahan dirinya. “Soal saya sampai ketinggalan pesawat saya akui itu kesalahan saya,” akunya. Kepala Security Bandara, Samsuri memohon maaf kepada Yusuf atas ulah anggotanya yang sengaja meminta batu akik secara paksa. Ia bahkan sudah melaporkan kejadian itu kepada GM Angkasa Pura II Pangkalpinang. “Saya atas nama Kepala security Bandara Depati Amir memohon maaf kepada Yusuf atas ulah anggota saya, yang telah melakukan tindakan yang kurang terpuji terhadap penumpang pesawat,” kata Samsuri.
Sementara itu GM Angkasa Pura II, Selamet Samiadji mengungkapkan permohonan maaf kepada penumpang pesawat yang dilakukan anggota security bandara. Ia berjanji akan menindak tegas oknum security tersebut dengan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. “Saya sebagai GM Angkasa Pura II Pangkalpinang memohon maaf kepada Yusuf, yang merasa diperlakukan kurang baik oleh oknum security Bandara Depati Amir saat akan terbang ke Jakarta,” kata Selamet yang didampingi Manager SDM Mahriful.
Ia berjanji akan mengambil sikap tegas terhadap oknum security, dengan melakukan pemotongan insentif selama 3 bulan. “Kita akan membuat pernyataan kepada yang bersangkutan, agar tidak melakukan perbuatan itu lagi. Sebab sekarang ini bukan jamannya lagi pungli, besok (hari ini,red) kita akan sidang yang bersangkutan. Saya akan mengganti biaya tiket saudara Yusuf yang harus membeli tiket baru lagi,” katanya. Namun sayangnya janji Selamet Samiadji untuk mengganti uang tiket Yusuf tidak dilakukan, padahal ia berjanji didepan adik Yusuf dan wartawan.(CR62)