Penyakit Hipertensi Paling Meningkat Di Beltim

by -
Penyakit Hipertensi Paling Meningkat Di Beltim
Kegiatan Rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor, bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit Dinas Kesehatan dan KB Beltim, Selasa (4/2) siang kemarin.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penyakit yang paling menonjol dan meningkat di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) saat ini adalah hipertensi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Beltim, Muhammad Yulhaidir, usai kegiatan Rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor, bidang pencegahan dan penanggulangan penyakit Dinas Kesehatan dan KB Beltim, Selasa (4/2/2020) siang kemarin.

Hipertensi cenderung diakibatkan oleh berbagai defresi. “Nanti kita cek, kan ada beberapa kelaster, apakah peningkatan ada di usia produktif, atau di usia atasnya. Kebanyakan disebabkan oleh defresi-defresi ke arah sosial dan segala macam,” ujar Yulhaidir kepada belitongekspres.co.id, Selasa (4/2/2020).

Penyakit hipertensi berkaitan ODGJ, terang Yulhaidir, lebih cenderung diderita oleh usia produltif.

“Nah ini kami untuk yang di level bawah, kelihatannya yang ODGJ ini memang di usia produktif. Namun, untuk dari anak-anak ke bawah kami belum cek, yang sifatnya defresi dan segala macam belum. Makanya kami tadi berdiskusi dengan kawan-kawan di bidang P2P, bagaimana nanti pemantauan ODGJ ini masuk di lingkungan sekolah. Kita ingin melihat bagaimana tingkat stres mereka, apalagi musim ujian seperti ini,” ulasnya.

Rapat yang digelar di ruang rapat Guest Hotel tersebut, Dinkes dan KB Beltim melibatkan lintas sektor. Yakni dari kecamatan, perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dari RSUD, dan selainnya dari bidang pengelola program di Dinkes dan KB Beltim.

Selain itu, kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Dinkes Beltim terkonsentrasi pada Rapat Kerja (Raker) untuk bidang Pengendalian Penyakit.

“Harapan kita sebetulnya, kita ada 7 puskesmas, dan pengelola program ada banyak berkaitan dengan ini. Kita berharap adanya penguatan. Supaya bagaimana penyakit-penyakit ini memiliki data yang maksimal,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Yulhaidir, mengenai penyakit-penyakit lainnya seperti paru dan lain-lain, hipertensi yang semakin banyak, itu menjadi PR Dinkes Beltim.

“Bagaimana ke depan di suatu daerah ada peningkatan. Misalnya suatu kecamatan ada peningkatan, solusinya seperti apa. Hal itu yang menjadi fokus pembahasan dalam rapat tersebut,” tukasnya.

Intinya, kata dia, untuk penyakit-penyakit baru juga sama. Seperti saat ini, trandnya Corona dan segala macam, dari krisis centre di bidang P2P yang menangani itu juga sama. Jadi ada krisis centre pusat bidang kesehatan.

“Paling tidak kita sudah ada himbauan, kita masukan ke Puskesmas, termasuk arahan yang disampaikan oleh Provinsi, untuk centre rujuknya kita ada di Tanjungpandan, hal-hal seperti itu kan mereka sudah menata di Tanjungpandan. Harus punya ruang, harus punya tim dan segala macam,” tandasnya. (dny)

Editor: sue