Penyaluran BBM Premium Tak Lagi Rata, Termasuk untuk Babel

by -
Penyaluran BBM Premium Tak Lagi Rata, Termasuk untuk Babel
Foto ist (jpnn)

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Pemerintah pusat akan segera menghapuskan pemakaian BBM jenis premium atau bensin Ron 88 tahun ini di seluruh daerah, termasuk di Bangka Belitung (Babel). Namun tak langsung dihapus, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel bersama pemerintah kabupaten/kota akan melakukannya secara bertahap melalui sistem uji coba.

Langkah ini pun disepakati dalam rapat bersama yang dipimpin Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah di ruang Tanjungpendam Kantor Gubernur, Rabu (3/2). Wagub menyebutkan bahwa tahun ini juga jatah penyaluran premium akan banyak dikurangi. Oleh sebabnya, tak menutup kemungkinan penyaluran premium tak lagi merata di setiap SPBU, hanya SPBU tertentu saja yang melayani.

“Jadi misalnya ada 3 SPBU di wilayah ini, hanya satu saja yang akan disalurkan premium,” jelas Fatah dalam rapat tersebut sesuai masukan para perwakilan setiap kabupaten/kota diwakili para Sekda dan Asisten.

Uji coba ini juga dilakukan untuk menghindari konflik yang akan terjadi di tengah masyarakat mengingat tingginya penggunaan premiun di tingkat masyarakat pelosok, di samping mengerit telah menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat.

“Ini juga sudah kami pikirkan, nanti akan ada BUMDes yang meng-take over kebutuhan premium masyarakat. Oleh karenanya ini belum kita berhentikan total. Akan tetapi kita menjaga pendistribusianya lewat instrumen yang kita sepakati,” ucapnya.

Dari hasil rapat tersebut disepakati, yakni; Pertama menyosialisasikan rencana uji coba penghapusan premium dan dampak penggunaan premium; Kedua, melakukan pengurangan penyaluran premium di SPBU; Ketiga, melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap penyimpangan penggunaan premium oleh para penyalur dan pengerit premium tentang keamanan dan keselamatan.

Hal lain yang melatarbelakangi penghapusan bensin ini disebutkan Wagub, di antaranya, penggunaan yang tidak tepat sasaran. Sebab, pembelian BBM premium didominasi oleh para pelangsir atau pengerit untuk dijual kembali ke pertamini/kios atau ke pengusaha pertambangan ilegal.  “Di samping itu, premium/bensin Ron 88 sebagai bahan bakar yang tidak ramah lingkungan,” jelasnya.

Dengan penghapusan BBM premium ini, diharapkan dapat mencegah dan mengendalikan pencemaran udara akibat sarana transportasi yang menggunakan BBM premium. BBM tidak akan disalahgunakan oleh pengerit untuk dijual kembali. “Pengisian BBM menjadi lebih tertib, dan dapat menambah pendapatan daerah dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor,” tuturnya. (jua)