Penyaluran Raskin Tunggu SPA

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

PANGKALPINANG – Penyaluran beras miskin (raskin) oleh Badan urusan Logistik (Bulog), masih menunggu Surat Penetapan Alokasi (SPA) dari pemerintah kabupaten/kota yang hingga saat ini belum diterima Bulog.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Bangka Belitung (Babel), Syaifudin mengatakan, jika SPA yang diminta oleh Bulog sudah ada dari pemerintah kabupaten/kota, maka beras miskin bisa langsung dibagikan. Karena beras yang diperuntukan untuk orang miskin, sudah disiapkan oleh Bulog.
“Kalau SPA dari pemerintah daerah sudah siap, beras langsung dibagi-bagikan oleh Bulog. Kami mengharapkan pada awal Maret 2015 ini sudah mulai berjalan, kami masih menunggu kesiapan dari pemerintah daerah,” ujar Syaifudin seusai Rapat Koordinasi Tim Koordinasi rasskin Provinsi, Tim Kabupaten/Kota dan kecamatan se-Babel, Senin (23/2).
Sementara itu Sub Divre Bulog Bangka, Nur Untung Wahyudi mengatakan, Bulog menerima SPA dari pamerintah kabupaten yang ada jumlah RTM lalu dikeluarkanlah surat untuk mengeluarkan barang dari gudang (JO). “Setelah Surat JO keluar, kita tinggal mengeluarkan kesiapan dari divisi distribusinya. tetapi kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Jumlah beras yang kita alokasikan sebanyak 41.635 RTM dengan 208 titik distribusi,” terangnya.
Ia mengatakan, jika pemerintah daerah perlu melakukan Operasi Pasar (OP), Bulog siap melakukannya. Namun pelaksanaannya masih menunggu dari dinas terkait. Namun Pemprov Babel belum mengantisipasi soal kenaikan harga beras.
“Bulog siap menyalurkan beras raskin sampai ke titik distribusi, dari titik distribusi sampai ke penerima itu tanggung jawab pemda setempat. Bulog hanya sebagai operator, untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) itu tergantung dari Pemprov Babel,” jelasnya.
Menurut Nur, stok beras di Bulog Bangka sebanyak 1.430 ton, di Bulog Belitung sebanyak 570 ton dan itu cukup untuk 3 bulan. Untuk pengiriman sampai saat ini tidak ada kendala, karena pada Desember 2014 sudah dilakukan bongkar dan Maret nanti ada pengiriman lagi.
“Untuk kualitas beras itu tergantung lamanya penyimpanan di gudang dan kapal yang mengangkut beras tersebut, karena ada kapal yang bagus dan ada kapal yang jelek, tetapi tetap kita sortir kembali,” tandasnya. (cr62)

Baca Juga:  Dugaan Pemalsuan Dokumen Anggota KPU Basel Bergulir

Rate this article!
Tags:
author

Author: