Penyampaian RAPBD di DPRD Kabupaten Belitung Ricuh, Ini Kata Sanem di Ujung Pidato

by -
Penyampaian RAPBD di DPRD Kabupaten Belitung Ricuh, Ini Kata Sanem di Ujung Pidato

Penyampaian RAPBD di DPRD Kabupaten Belitung Ricuh, Ini Kata Sanem di Ujung Pidato

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Rapat Paripurna VI Masa Persidangan I Tahun 2019-2020 dengan Agenda Penyampaian Nota Keuangan Raperda APBD Tahun Anggaran 2020 berakhir ricuh, Senin (4/11).

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Belitung itu pada awalnya sangatlah kondusif dan dihadiri oleh 23 orang anggota Dewan.

Kericuhan tersebut bermula ketika Bupati Belitung, Sahani Saleh, membacakan Penyampaian Nota Keuangan Raperda APBD Tahun Anggaran 2020.

Namun ketika sudah di ujung pidato, dia menyampaikan pandangannya tentang kericuhan di Sungai Sengkelik, Desa Sijuk, Sabtu (2/11) lalu, yang saat ini menjadi trending topik.

Menurut Sanem sapaan karibnya, ia sangatlah tersinggung dengan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, yang selalu menganggap Belitung sebelah mata.

“Inilah faktanya, kita bukan membela siapa – siapa, inilah yang terjadi. Selama ini seperti itu, kita tidak dianggap apa – apa. Wajar kalau kita ada ketersinggungan. Kita (Orang Belitung) selalu koordinasi, ini mereka datang – datang langsung membakar,” kata Sanem.

Mendengar hal tersebut, kemudian Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Suherman langsung memberikan intrupsi.

“Intrupsi pimpinan, bapak Bupati tidak boleh berbicara begini di Forum ini. Ini Paripurna,” kata Suherman memotong pidato Bupati.

Diduga tidak terima terhadap omongan dari Suherman yang dianggapnya memotong pembicaraan dia, Bupati Belitung nampak emosi. Bahkan emosi itu ia tunjukan usai ditutupnya rapat paripurna oleh Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori.

“Awat (sapaan Suherman) sini,” kata Sanem sembari mendekati Suherman.

“Saya ini pimpinan daerah. Jangan dipotong kalau saya berbicara. Saya ini kepala daerah,” ujar Sanem kepada Suherman dengan nada yang agak tinggi.

Melihat situasi semakin memanas, keduanya langsung dipisahkan. Suherman ditarik keluar oleh Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung, Sukri Gumay dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung, Hendra Pramono.

Terlihat pula Ajudan Bupati, Mail, Sekda Kabupaten Belitung, Hendra Cahya, serta Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori, mencoba untuk meredakan emosi dari orang nomor satu di Belitung itu.

Berikut ini video kericuhan yang terjadi di Kantor DPRD Belitung

(Faizal | belitongekspres.co.id)