Penyedia Laptop DPPKAD Beltim, Divonis Lima Tahun Penjara

Sidang putusan terdakwa kasus pengadaan laptop pada DPPKAD tahun 2015 di Pengadilan Tipikor Pangkal Pinang, Selasa (16/7) kemarin. (Foto Istimewa)

Sidang putusan terdakwa kasus pengadaan laptop pada DPPKAD tahun 2015 di Pengadilan Tipikor Pangkal Pinang, Selasa (16/7) kemarin. (Foto Istimewa)

JPU Kejari Beltim Masih Pikir-Pikir

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pangkalpinang, memvonis terdakwa penyedia Barang dan Jasa pengadaan laptop pada DPPKAD Kabupaten Belitung Timur (Beltim), dengan hukuman 5 tahun penjara.

Atas vonis pidana terhadap terdakwa Kunarto selaku Direktur PT Tekun Duta Multimedia (TDM) tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kejari Beltim), menyatakan masih pikir-pikir terkait putusan Majelis Hakim.

“Atas putusan Majelis Hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir,” ujar Samsi Thalib SH selaku JPU melalui rilis yang diterima Belitong Ekspres, Selasa (16/7) kemarin.

Dalam putusannya, Majelis Hakim menyatakan terdakwa Kunarto sebagai Penyedia Barang dan Jasa Pengadaan Laptop sebanyak 200 unit pada DPPKAD Kabupaten Beltim terbukti bersalah melanggar Pasal 2 UU Tipikor sebagaimana Dakwaan Primair.

“Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun, denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan dan membayar Uang Pengganti sebesar Rp2,3 miliar subsider 1 tahun penjara,” kata Samsi.

Sebelumnya, Penyedia Barang Pengadaan Laptop tahun 2015 pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Beltim resmi menjadi terdakwa pada sidang pertama di Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (25/3) lalu.

Terdakwa Kunarto selaku Direktur PT. Tekun Duta Multimedia sebagai Penyedia Barang Pengadaan Laptop di dakwa dengan dakwaan primair pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999. subsider pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana minimal 4 Tahun.

Baca Juga:  Kepsek SMP Negeri 2 Manggar Minta Maaf

Dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Samsi Thalib SH, Andrie Purnama SH dan Ahmad Muzayyin SH. Sidang diketuai Hakim Nyoman Wiguna yang sebelumnya memutus perkara yang sama untuk tiga terdakwa.

Terdakwa Kunarto menyerahkan diri beberapa waktu lalu sebelum kasus pengadaan laptop menyidangkan 3 tersangka lainnya. Direktur PT Tekun Duta Multimedia Kunarto merupakan terdakwa ke empat yang dijerat dengan dakwaan serupa.

Selain itu, Pengadilan Tinggi (PT) Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bangka Belitung (Babel) sebelumnya menolak upaya banding Billi Konnolly, salah satu terdakwa kasus pengadaan laptop DPPKAD Kabupaten Beltim.
Keputusan PT menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Pangkalpinang yang telah memvonis terdakwa bersalah dan dikenakan hukuman 4 tahun penjara, denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Beltim, Samsi Talib SH mengatakan, penolakan banding oleh Pengadilan Tinggi Tipikor menguatkan putusan sebelumnya. Putusan PT menetapkan hal sama terkait hukuman maupun kerugian negara kasus itu.

“Putusan banding sudah turun, keputusannya menguatkan putusan pengadilan. Jadi tetap menguatkan hukuman pidana 4 tahun, denda Rp200 juta subsidair 3 bulan kurungan. Kerugian negara tetap senilai Rp2,3 miliar,” ungkap Samsi, Senin (20/5).

Samsi menambahkan, pengajuan banding pada kasus pengadaan laptop hanya dilakukan satu orang terdakwa. “Putusan banding tersebut hanya untuk satu orang (terdakwa) atas nama Billi Konnolly. Karena dua orang lainnya tidak mengajukan banding,” terang Samsi.

Dengan keluarnya putusan banding yang menguatkan putusan sebelumnya, maka terdakwa kemungkinan akan menjalani masa penahanannya. Sedangkan denda yang menjadi putusan pengadilan akan dibebankan pada penyedia barang yang saat ini masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang.

Baca Juga:  Pesawat Tempur TNI AU Bombardir AWR Buding

Setelah menjalani persidangan panjang selama lebih kurang tiga bulan, Pengadilan Tipikor Pangkalpinang akhirnya memutuskan perkara korupsi pengadaan laptop tahun 2015 di DPPKAD Beltim. Putusan dibacakan hakim Tipikor pada hari Selasa, 12 Maret 2019.

Dihubungi Belitong Ekspres, Kasi Pidsus Kejari Beltim yang juga bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsi Thalib membenarkan perihal putusan tersebut. Tiga tersangka atas nama Billi, Sonny dan Ferry dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 2 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999.

Ketiga terdakwa di dakwa melakukan perbuatan melanggar Primair Pasal 2 atau (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 atau (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim I Nyoman Wiguna, SH, MH disebutkan bahwa ketiga terdakwa merugikan keuangan negara lebih kurang Rp 355 juta. Sidang dilanjutkan Senin tanggal 26 November 2018 dengan acara

pemeriksaan saksi-saksi.
Kasus korupsi pengadaan laptop mulai diusut pada pertengahan tahun 2017 setelah Kejari Beltim mendapatkan laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan pengembangan, beberapa bukti permulaan saat itu menguatkan bahwa benar ada dugaan tindakan yang merugikan keuangan negara. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply