Penyertaan Modal Rp30 M untuk BUMD Perlu Dikaji Ulang

ilustrasi

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) langsung bereaksi atas wacana penyertaan modal Rp30 miliar kepada PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS), perusahaan Badan Usahan Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel. Bahkan Pemprov Babel diminta mengkaji lagi langkah untuk menyuntik dana ke BUMD tersebut.

RajaBackLink.com

“Saya harap ini dikaji benar-benar secara komfrehensif. Jangan sampai asal suntik-menyuntik ujung-ujungnya daerah tidak mendapatkan tambahan pendapatan apa-apa dari BUMD,” kata Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya ketika dijumpai Babel Pos, Senin (8/4) kemarin.

Ia juga mengingatkan bahwa terdapat proses panjang untuk penyertaan modal ke BUMD ini. Selain itu, harus melalui persetujuan DPRD Babel yang didahului dengan paparan yang dari BUMD.

Baca Juga:  Kurangi Resiko Banjir, Pemkot Canangkan 1.000 Biopori

“Mekanismenya panjang, harus dibanggarkan dan diperdakan karena kita harus hati-hati menggunakan uang negara. Sebab, kita tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena ketika itu bermasalah, dewan juga ikut dipanggil, padahal yang makainya mereka. Makanya kita ada beban pskiologis,” sebutnya.

Lebih lanjut, Didit mengaku, pihaknya tak melarang jika Pemprov Babel berupaya mengembangkan BUMD. Namun, Didit menyarankan, lebih baik menggunakan pihak ketiga atau insvestor.

“Itu lebik baik, lebih bagus. Saya rasa BUMD mampu mengundang insvestor, jangan melulu menggunakan uang daerah,” tukasnya.

Baca Juga:  Kurangi Resiko Banjir, Pemkot Canangkan 1.000 Biopori

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Babel, Aksan Visiawan. Menurut kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pihaknya belum bisa menyetujui wacana tersebut sebelum ada paparan, meliputi program, visi-misi, rencana aktivitas hingga targetnya.

“Kan itu bisa dilihat, anggarannya itu diperuntukan untuk apa. Apakah untuk stimulus atau untuk operasional, ini juga harus detail kita melihatnya.

Jadi saya melihat ini harus dipelajari lebih lanjut tentang teknis dari BUMD, jangan sampai pengalaman-pengalaman yang belakang BUMD yang tidak profesional itu akan menyisakan kenangan pahit bahkan pajak pun masih terhutang. Ya itu sangat miris,” ujarnya. (mg01)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply