Penyidik Belum Serius Tangani KTA Palsu

by -

PANGKALPINANG – Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), AKBP Abdul Mun’im mengakui bahwa penyidik belum mendalami pihak pembuat atau pencetak Kartu Tanda Anggota (KTA) palsu. Dimana sebelumnya penyidik sempat menangani aduan dugaan adanya Polisi gadungan, Tehdy Saputra pun dibebaskan lantaran tak memenuhi unsur penipuan.
“Memang dipastikan penyidik bahwa KTA yang dikantongi Tehdy itu palsu. KTA itu pun diduga kuat dibuat Tehdy di luar daerah Babel, namun penyidik hingga saat ini belum melakukan pendalaman kearah sana karena di luar wilayah hukumnya. Paling tidak sebaiknya melaksanakan koordinasi saja,” urai Abdul.
Terdahulu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit-Reskrimum) Polda Babel memastikan Tehdy Saputra bukan anggota Polri alias Polisi gadungan. Lantaran KTA yang dimiliki merupakan identitas palsu, penyidik pun melepaskan Tehdy karena dinilai belum memanfaatkan KTA palsu itu kedalam praktik pidana atau kriminal lainnya.
Diamankannya Tehdy berawal dari razia lalu-lintas yang digelar Dit-Lantas Polda Babel mendapatkan pria yang mengaku sebagai anggota Polri yang menunjukkan KTA dan berniat agar diloloskan dari operasi razia. Petugas pun setengah percaya dan melakukan pengecekkan melalui Propam, hasilnya KTA yang dipegang pria itu terdapat kejanggalan.
Akhirnya Tehdy yang dicurigai sebagai Polisi gadungan itu pun dilaporkan Propam ke penyidik Dit-Reskrimum untuk membuktikannya. Dalam pemeriksaan, penyidik pun terus menggali keterangan Tehdy termasuk fungsi pelaku memanfaatkan KTA yang diduga bodong itu.
Tehdy pun diarahkan untuk mengisi laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebelum penyidik melaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan rumah pria yang bersikeras sebagai anggota Mabes Polri berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) tersebut, dimana dirinya mengaku baru 3 hari berada di Pangkalpinang. (lay)