Penyidikan Kasus Buku Berlanjut

by -

*AKP Andi Tegaskan Tak Ada Kasus yang Dipetieskan

MANGGAR – Jajaran Satreskrim Polres Belitung Timur (Beltim) terus akan melanjutkan penyidikan kasus pengadaan buku yang selama ini belum terselesaikan. Sebenarnya kasus penggadaan buku di Dinas Pendidikan Beltim tahun anggaran 2010 lalu sudah lama diserahkan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bahkan hingga ke Kejaksaan.
Jumlah kerugian negara kasus dugaan korupsi pengadaan buku itu mencapai sebesar Rp. 1,2 miliar, yang detailnya Rp. 1.225.148.624.

Kapolres Beltim, AKBP Nugrah Trihadi SIK, melalui Plt Kasat Reskrim, AKP Andi Purwanto mengatakan, sejauh ini data kasus tersebut sudah diserahkan ke BPKP dan juga ke Kejaksaan. Namun karena ada beberapa berkas yang dinyatakan pihak Kejaksaan masih kurang, maka kini pihak Polres akan memeriksanya kembali.
“Masih ada dua lembar berkas yang dinyatakan pihak Kejaksaan kurang, maka dari itu data tersebut kemarin dikembalikan ke kita (Polres, red). Secepatnya kita akan melengkapi berkas yang dimaksud, mungkin bisa minggu depan akan kita serahkan ke pihak ke Kejaksaan,” AKP Andi Purwanto saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/4) kemarin.
AKP Andi Purwanto menegaskan, tetap akan mengusut kasus penggadaan buku ini sampai tuntas. “Kita akan usut kasus ini sampai tuntas. Jika memang semua sudah dilakukan penyerahan berkas data yang diminta Kejaksaan, maka kita akan laporkan, karena balik lagi jadi baru sebatas P19. Jika perlu kita ekspos nanti ke media,” janjinya.

Diakui AKP Andi, memang sebelumnya kasus ini lama di pemeriksaan BPKP yang mengarah ke hitungan kerugian negara. AKP Andi Purwanto kembali menegaskan pada intinya, tidak ada suatu kasus yang di peti-eskan.
Dalam kasus dugaan korupsi buku ini, beberapa waktu lalu Polres Beltim, sudah menetapkan tiga orang tersangka, mereka adalah YK, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), AI sebagai pejabat pengguna anggaran, dan SU selaku kontraktornya. (feb)