Perampok Asal OKI Terkapar Dihajar Pelor

Perampok Asal OKI Terkapar Dihajar Pelor

RajaBackLink.com

BERAKHIR sudah petualangan Rudi alias Metal (39). Sebutir pelor dari Tim Hiu Macan Direktorat Polair Polda Bangka Belitung berhasil membuatnya terkapar.

——————

Metal memang nekad. Meski sudah dikepung ia masih berupaya melakukan perlawanan terhadap petugas saat akan ditangkap. Akibatnya, perompak yang berasal dari Sungai Jeruju, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan, itu terpaksa dilumpuhkan.

Direktur Polair Kombes M Zainul, melalui Kasatrol AKBP Stevanus menyatakan, pelumpuhan tersebut dilakukan pada tanggal 4 September 2019 sekitar pukul 6 WIB. “Awalnya tim sudah terlebih dahulu menangkap rekanya Hendra di tempat yang sama. Dari pengembangan Hendra inilah kemudian tim berhasil mengendus keberadaan pelaku,” kata Stevanus.

Saat ditangkap Metal memegang sebuah senjata api rakitan jenis revolver bersama lima peluru aktif. Dia juga hendak kabur meloncat keluar jendela. “Karena dia memegang senjata api rakitan itu juga kita akhirnya harus bersikap tegas dan terukur. Anggota dilapangan akhirnya melumpuhkanya itu,” ujarnya.

Baca Juga:  IKT Timah Datangi DPRD Babel: Kami Ingin IUP Tetap Utuh!

Kronologis dan catatan kejahatan pelaku sendiri bersama dengan kawananya tertuang di dalam laporan polisi nomor: LP/B-73/II/2019Dit Polairud 2 Februari 2019. LP/B-74/II/2019 Dit Polairud 2 Februari 2019. Daftar pencarian orang DPO/02/VII/2019/ Dit Polairud, 24 Juli 2019.

“Untuk kronologis kejadian pada 31 Januari 2019 pukul 22.00 WIB di perairan Pulau Punai, Bangka Selatan, 3 orang pelaku perompakan dengan menggunakan speed lidah melakukan perompakan terhadap nelayan Mada Saputra als Yunus dan Heri Herdiansyah. Para pelaku melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam dan senjata api mengambil 2 unit mesin tempel 3,5 PK merk Tohatsu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, Molen Pawai Ta'ruf Bareng Warga

Dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti seperti speed lidah, pistol rakitan serta peluru aktif. Atas kejahatanya itu tersangka selain dijerat dengan pasal 439 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP juga dijerat dengan pasal 1 ayat 1 undang undang darurat atas kepemilikan senjata api. Ancaman hukuman mati atau hukuman seumur hidup atau hukuman penjara selama 20 tahun. Sementara itu Hendra, tersangka lainya yang juga rekannya yang sudah terlebih dahulu ditangkap saat berkas perkaranya sedang dilimpahkan ke JPU guna disidangkan.(eza)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply