Peran Pemerintah dalam Penerapan Link and Macth

by -

Oleh: Drs. Tabrani Lubis*
Konsep keterkaitan dan kesepadanan (link and macth) antara dunia pendidikan dan dunia kerja atau industri telah dicetuskan oleh mantan Mendiknas, Prof. Dr. Wardiman pada tahun 1990. Konsep ini diluncurkan dengan maksud untuk menekan angka pengangguran dari tingkat menengah sampai ke perguruan tinggi atau lulusan paling rendah, SMA/SMK sampai lulusan perguruan tinggi.
Penelitian link and macth di dunia pendidikan dan industri dengan tujuan meningkatkan daya saing tenaga kerja dan industri, setidaknya mengandung suatu makna penting bagi perekonomian nasional. Makna ini terutama tentang berbagai aspek dalam hubungan/keterkaitan dan kesesuaian antara dunia pendidikan sebagai suplier (penyedia) tenaga kerja dengan dunia usaha sebagai demand (permintaan) tenaga kerja.
Ditengarai adanya ketidaksesuaian jenis dan kualitas kompetensi supply tenaga kerja yang dihasilkan dunia pendidikan dengan permintaan dan kebutuhan tenaga kerja oleh dunia kerja. Keadaan ini jelas memperpuruk keadaan over supply tenaga kerja di Indonesia. Dampaknya, secara langsung akan membuat relatif rendahnya kapasitas dan daya saing tenaga kerja yang selanjutnya melemahkan daya saing usaha, khususnya dunia industri sebagai sektor utama dalam perekonomian industri.
Penelitian link and macth ini juga menganalisis ruang lingkup yang akan memberikan solusi efektif. Solusi ini khususnya dalam mempertautkan kesesuaian kualitas tenaga kerja output dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha. Dan ini, pada gilirannya akan berkontribusi signifikan dalam memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.
Ada tiga komponen yang harus bergerak secara simultan untuk program link and macth. Yakni, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan, dunia kerja (perusahaan) dan pemerintah. Dari ketiga komponen tersebut peran lembaga pendidikan menjadi faktor penentu bagi kesuksesan penerapan konsep link and macth dan merupakan syarat terpenting. Kreativitas dan kecerdasan pengelola lembaga pendidikan juga tidak kalah penting dalam hal melakukan riset ke dunia kerja.
Berdasarkan penelitian salah satu perguruan tinggi di Indonesia diketahui, keahlian (kompetensi) yang paling banyak dibutuhkan dunia kerja adalah kemapuan dalam bidang komputer, berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, dan kemampuan akuntansi. Selain itu, lembaga pendidikan harus mampu memprediksi dan mengantisipasi keahlian (kompetensi) apa yang diperlukan dunia kerja dan teknologi yang akan datang atau materi yang diajarkan lembaga pendidikan tersebut harus sesuai dengan tuntutan dunia kerja yang sesungguhnya, walaupun lembaga pendidikan tidak harus menyesuaikan seluruh mata pelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Sebab, harus ada mata pelajaran yang berguna bagi yang termotivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang strata lebih tinggi.
Setidaknya ada beberapa peran pemerintah dalam menerapkan konsep link and macth. Pertama, memfasilitasi lembaga pendidikan formal agar menjalin relasi dan menciptakan link dengan banyak perusahaan. Tujuannya, agar bersedia menjadi arena belajar kerja bagi siswa yang akan lulus seperti siswa yang akan lulus SMK. Lulusan tidak hanya siap secara teori tetapi jugaa siap secara paktik.
Kedua, pemerintah seharusnya secara serius menjaga iklim keterkaitan dan mekanisme implementasi ilmu dari lembaga pendidikan formal ke dunia kerja. Dengan begitu, diharapkan program link and macth ini berjalan dengan baik. Selain itu, makin mampu membawa manfaat bagi semua pihak, sehingga diharapkan manfaat yang dapat dipetik dari pelaksanaan link and macth sangat besar. Untuk itu, diharapkan semua stake holder (pemangku kepentingan) dunia pendidikan bersedia membuka mata dan diri dan mulai bersungguh-sungguh menjalankannya. Lembaga pendidikan formal harus lapang dada menerima bidang keahlian (kompetensi) yang dibutuhkan dunia kerja sebagai materi kuliah utama.
Lantas ketiga, pemerintah bukan hanya memperhatikan lembaga formal. Tetapi, juga memperhatikan lembaga pendidikan non formal seperti tempat-tempat khusus yang akan memberikan bekal keterampilan agar masyarakat juga dapat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya sesuai dengan jenis keterampilan yang dimilikinya. Selain itu, menyediakan fasilitas pendukung misalnya mesin jahit, bengkel dan fasilitas lain yang mendukung bidang pekerjaan masing-masing.
Yang keempat, dalam rangka mensukseskan program link and macth, pemerintah juga perlu mengadakan pendekatan sosial yang didasarkan atas keperluan masyarakat saat ini. Pada sekarang ini, kebutuhan menitikberatkan kesempatan dalam mendapatkan pendidikan dan juga pendekatan ketenagakerjaan, yaitu pendekatan yang dipakai dalam perencanaan pendidikan. Ini diarhkan kepada usaha untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja yang terampil untuk pembangunan baik sektor pertanian, perdagangan, industri, dan sejumlah sektor penting lainnya secara berkala atau berkesinambungan.
Kelima, pemerintah juga harus berperan sebagai penengah. Artinya, harus mampu mengadakan pemetaan mata pelajaran/kuliah yang sesuai dengan keinginan/tuntutan dunia kerja agar tidak terjadi mismatch di segala aspek kebutuhan baik pendidikan maupun dunia usaha. (***)

*) Guru SMKN 1 Selat Nasik