Perantau Asal Batang Dikembalikan ke Pihak yang Mempekerjakan di Beltim

by -
Perantau Asal Batang Dikembalikan ke Pihak yang Mempekerjakan di Beltim
Sugiharto sudah berada di kediaman koleganya bernama Sabar, di Dusun Teratai Desa Lalang, Kecamatan Manggar.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) telah melakukan penelusuran terhadap Sugiharto (42), perantau asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang ditemukan pingsan di jalan raya.

Berdasarkan hasil penelusuran, orang terlantar (OT) ini merupakan pekerja harian lepas. Dia memang didatangkan salah seorang kontraktor untuk mengerjakan proyek talud di Kabupaten Beltim.

Sugiharto yang sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Beltim akhirnya diambil alih Dinas Sosial untuk ditempatkan di Rumah Singgah DSPMD. Kemudian petugas melakukan penelusuran terhadap Sistem Sumber yang ada.

“Dari hasil penelusuran ditemukan pihak yang berhubungan atau kolega dari OT yang membawa OT tersebut bekerja di Belitung Timur atas nama Sabar, yang bertempat tinggal di Dusun Teratai Desa Lalang. Sugiharto merupakan Pekerja Buruh Harian Lepas mengerjakan Talud,” ungkap Kepala DSPMD Kabupaten Beltim, Ida Lismawati, Selasa (4/6).

Langkah selanjutnya, Dinas Sosial Beltim melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Dan, mediasi menghasilkan kesepakatan yakni mengembalikan OT kepada pihak yang membawanya untuk bekerja.

“Hasil kesepakatannya, saudara Sabar bersedia menampung kembali dan OT mau kembali bekerja bersama saudara Sabar. OT berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali dan telah dilakukan serah terima,” sebut Ida.

Sebelumnya, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan memfasilitasi pemulangan Sugiharto (42).

Senin (4/5), warga RT 02 RW 08 Desa Banyuputih, ini ditemukan tergeletak pingsan di ruas Jalan Manggarawan-Gantung. Kemudian Tim Satreskrim Polres Beltim bersama petugas medis membawanya ke RSUD.

Kepada Belitong Ekapres, Kepala DSPMD Kabupaten Beltim Ida Lismawati mengatakan, Sugiharto sudah dipulangkan dari RSUD dan saat ini masih berada di rumah sosial perlindungan DSPMD.

“Yang bersangkutan secepatnya akan dipulangkan setelah urusan administrasi selesai sekaligus menunggu koordinasi antara Dinas Sosial Kabupaten Belitung Timur dan Dinas Sosial Kabupaten Batang,” kata Ida, Selasa (6/4).

Dia menegaskan setiap bencana atau musibah memang menjadi urusan sosial termasuk pemulangan orang tidak dikenal ke daerah asal. Artinya tanggungjawab bukan hanya Dinas Sosial setempat saja, tapi melibatkan instansi atau Dinas Sosial di daerah asal.

“Kita sudah lakukan itu, kita punya rujukan atau koordinasi juga dengan Dinas Provinsi. Nanti kita akan menelusuri dulu dan koordinasi kepada Dinas Sosial Provinsi Babel. Kemudian bersurat bahwa telah ditemukan orang asing tidak dikenal dengan inisial ini dan asal ini,” terangnya.

Menurut Ida, koordinasi diperlukan untuk memastikan siapa yang akan bertanggungjawab memulangkan, baik angggaran maupun teknis pemulangan. Biasanya, masing-masing daerah memiliki anggaran urusan sosial yang dipergunakan sewaktu-waktu ada kejadian.

“Kalau tidak ada anggarannya Dinas Dosial berkoordinasi dengan DKI Jakarta, kita transitnya di DKI Jakarta mengantar sampai kesana. Kemudian dari Jakarta adalah urusan Pemda DKI yang memulangkan ke tempat asal. Karena perpanjangan Kemensos melalui Dinsos Provinsi DKI Jakarta untuk memulangkan kembali,” jelas Ida.

Namun demikian Ida memastikan, seluruh biaya akomodasi selama yang bersangkutan belum dipulangkan menjadi tanggungjawab DSPMD) Kabupaten Beltim.

“Tapi tidak sampai ke tempat asal karena kita memiliki keterbatasan anggaran juga. Itu memang urusan negara dalam hal ini urusan sosial di Dinsos masing-masing,” katanya.

Ida juga menyatakan yang bersangkutan bisa saja dijemput pihak keluarga jika mereka ada kesanggupan. Kemungkinan tersebut masih dijajaki melalui Dinas Sosial tempat asal yang bersangkutan.

“Kita masih mencoba menghubungi pemerintah setempat. Kemudian baru mereka ke keluarganya barulah kita temukan untuk dimediasi. Kalau ada niat keluarga menjemput ya silahkan, itu juga akan mengurangi beban. Tetapi kalau tidak punya keluarga tetap jadi urusan kita,” tutupnya. (msi)