Perayaan Cap Go Meh 2566

by -

Jimmy Harapkan Beltim Lebih Maju

 

foto A

MANGGAR – Setelah 15 hari tahun baru Imlek, seluruh warga Tionghoa di seluruh dunia merayakan Cap Go Meh. Cap Go Meh Shang Yuan Cieh dikenal sebagai hari penutup atau puncak perayaan tahun baru Imlek.
Di Kabupaten Belitung Timur perayaan Cap Go dilaksanakan Kamis (5/3) kemarin yang diawali acara iring-iringan Dewa Pakkung sekiatar pukul 17.00 WIB. Rute iring-iringan mengambil rute dari Vihara Dharma Suci Manggar hingga seputaran jalan Sudirman, Pasar Manggar, Jalan Bioskop Mega, Jalan Asallam, depan Pusat Perbelanjaan Puncak dan kembali ke Vihara yang tak jauh dari Pelabuhan ASDP Manggar.

Iring iringan diadakan dengan atraksi Barongsai dari grup Barongsai Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Beltim, dan Drumband oleh bina Sahbari Beltim. Serta pawai jalan kaki yang melibatkan ratusan masyarakat Konghucu dengan semarak kostum berwarna merah.

Ketua MAKIN Beltim, Anthony Edison melaui Wakil Ketua MAKIN Beltim Jimmy Tjong mengatakan, perayaan Cap Go meh merupakan acara penutup tahun baru Imlek 2566.

“Jika di Negeri Tiongkok sudah masuk musim semi, dan besok sudah memulai kembali aktivitas seperti biasanya. Umumnya Kita sembahyang dulu di Vihara, lalu mengarak dewa Pakkung keluar Vihara mengelilingi Pasar Manggar, kemudian kembali lagi ke Vihara,” ungkap Jimmy yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Beltim.

Jimmy menjelaskan, makna dari atau diajaknya Pakkung berkeliling dengan diiringi pawai adalah untuk melihat Pasar dengan tujuan agar Pasar Manggar dan wilayah Beltim aman, lancar, nyaman dan lebih baik ke depannya.

“Dengan diselenggarakannya Cap Go Meh ini, masyarakat Beltim diharapkan makmur, aman, sehat, sejahtera dan Beltim lebih maju serta pemerintahannya menjadi lebih baik. Kita semua bersaudara se­ba­gai warga negara Indonesia,” harapnya.

Cap Go Meh melambangkan hari ke 15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi warga Tionghoa di seluruh dunia . Istilah ini berasal dari bulan pertama. Cap berarti sepuluh, Go berarti Lima dan Meh berarti malam. Ini berarti, masa perayaan Tahun baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan Cap Go Meh kemarin, nampak dihadiri Ketua Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit, Kamarudin Muten, serta warga masyarakat Tionghoa luar Pulau Belitung dan masyarakat Tionghoa lokal lainnya. Perayaan Cap Go Meh tahun lalu di Vihara Manggar turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau yang biasa akrab disapa Ahok. (feb)