banner 728x90

Perayaan Hari Raya Nyepi di Dusun Balitung, Upacara Tawur Agung Kesanga Usir Roh Jahat

Life at ease with amazing nature| Leebong island

Ogoh-ogoh sebelum diarak atau dibawa keliling kampung Dusun Balitung.

belitongekspres.co.id, SIJUK – Ratusan umat Hindu berkumpul di lapangan panggung seni Dusun Balitung Desa Pelepak Puteh, Kecamatan Sijuk untuk melaksanakan upacara Tawun Agung Kesanga, Rabu (06/03).

Upacara Tawur Agung Kesanga merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1941 atau 2019 Masehi.

Ketua Desa Adat Giri Jati Dusun Balitung Inengah Oka.

Ketua Desa Adat Giri Jati Dusun Balitung Inengah Oka saat ditemui Belitong Ekspres mengatakan, upacara Tawur Agung Kesanga ini bertujuan untuk menetralisir roh-roh yang ingin menganggu Dusun Balitung.

“Upacara Tawur agung itu terus terang saja untuk menetralisir roh-roh ingin menganggu khususnya Dusun Balitung, itulah tujuan kami meyarakan upacara ini,” kata Inengah.

Dalam upacara inipun terdapat beberapa ogoh-ogoh berukuran cukup besar. Ogoh-ogoh ini setelah dibacakan doa secara adat lalu diarak atau dibawah oleh warga berkeliling lapangan tersebut kurang lebih 3x. Kemudian dibawa jalan dari ujung kampung ke ujung kampung.

“Ogoh-ogohnya itu menyimbolkan atau mengambarkan Butakala kalau bagi kami, kalau bagi orang kampung, roh-roh jahat yang ingin menggangu. kemungkinan seperti itulah,” ungkapnya.

Setelah selesai membawa keliling kampung Dusun Balitung dengan diiringi tabuhan alat musik, dan kembali lagi dibawa ke lapangan tersebut untuk dibasmi atau dibakar.

“Makanya seperti itulah kami bikin. Setelah dikasih makan atau sesajen kalau umat kami, setelah itu kita bukannya mengusir namun menetralisir.

Tetapi alat-alat yang sudah terpakai itu agar tidak menggangu lingkungan agar banyak sampah yang numpuk setelah selesai dipakai kami akan membakar atau membasmi,” jelas Inengah.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk perayaan Nyepi dari pukul 06:00 WIB hari Kamis hingga pukul 06:00 WIB hari Jumat pagi, total 24 jam. “Perayaan hari Nyepi besok mulai jam 6 sampai lusa jam 6 juga baru kita dibuka,” ujarnya.

Adapun beberapa larangan yang harus dipatuhi masyarakat umat Hindu di Dusun Balitung ini, yaitu tidak boleh melaksanakan Catur Brata.

Yaitu, tidak boleh menyalakan api, tidak boleh memasak, tidak berpegian kemanapun termasuk keluar pekarangan rumah, tidak boleh menonton TV.

“Kemudian tidak boleh main media masa apapun termasuk main Hp tidak boleh juga. Dan tidak boleh bekerja walupun di rumah pekerjaan apapun,” jelasnya.

Namun larangan aktivitas tersebut ada pengecualian, seperti ada orang meninggal serta orang yang beraktivitas di tempat orang meninggal itu.

“Dan kadang-kadang warga kami atau anak-anak kami yang sakit itu diberikan rekomendasi dari ketua adat. Kalau belum dapat rekomendasi dari ketua adat, itu bisa dikenakan sangsi,” paparnya.

Dirinya menegaskan jikalau ada umatnya yang melakukan pelanggaran akan menerima sanksi yang cukup berat. “Kalau di umat kami sangsinya, kalau sudah melanggar catur brata penyepian itu sangsinya agak berat,” tegasnya.

Inengah menambahkan, untuk menjaga lingkungan pada perayaan Nyepi, akan ada beberapa orang berkeliling kampung Dusun Balitung, khususnya Desa Adat Giri Jati, yang terdiri dari 222 Kartu Keluarga.

“Untuk menjaga lingkungan kita untuk mensurvey ada 6 orang pecalang dan 3 staf yang mengatur pecalang. Seandainya pencalang menemukan pelanggaran langsung menyampaikan ke saya,” katanya.

Tidak lupa dirinya berharap agar perayaan Yyepi tahun ini bisa lebih baik dan lebih tertib. “Harapan kami hari raya nyepi ini untuk kedepannya agar bisa lebih baik, lebih tertib,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Belitung, NW Krisna Andini berharap suatu saat nanti hal seperti arak-arakan ogoh ini bisa ditampilkan di pusat kota Tanjungpandan. Hal itu agar bisa menarik wisatawan ketika menjelang perayaan Nyepi seperti ini.

“Tentunya, tidak hanya untuk dinikmati masyarakat warga sini saja. Ketika ada suntikan dana atau CSR apalah, ini bisa kita arak atau ditampilkan ke pusat kota Tanjungpandan dan bisa menarik wisatawan bisa datang.

Wisatawan bisa tahu kalau ada event pariwisata di Belitung seperti ini ketika perayan nyepi nanti ada hal semacam ini,” harapnya. (dod)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply