Perayaan Hut Kelenteng Dwi Kwan Im ke 268

by -

//Ratusan Warga Tionghoa Lakukan Ritual Doa

DAMAR – Ratusan warga Tionghoa termasuk dari luar Pulau Belitung, Senin (3/8) lalu memadati Kelenteng Dewi Kwan Im di Jalan Burung Mandi Kecamatan Damar. Keberadaan mereka untuk merayakan sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewi Kwan Im ke-268.

Dalam ritual HUT ke-268, Dewi Kwan Im ditandai dengan ritual sembahyang, makan bersama dan doa para pengunjung. Tujuannya, agar tetap diberikan kesehatan, keselamatan, umur panjang dan dimurahkan rezeki.

Hut Kelenteng juga dihadiri para pengurus dan tamu undangan lainnya. Mereka dihibur dengan adanya atraksi Barongsai dari Makin Manggar.

Menurut Amin (68) salah seorang pengurus Kelenteng, peringatan ulang tahun Dewi Kwan Im merupakan agenda tahunan Pengurus Kelenteng Burung Mandi Damar. Tujuan diperingatinya ulang tahun Dewi Kwan Im untuk mengenang kembali Dewi Kwan Im yang merupakan titisan Dewa Che Hang yang ber-reinkarnasi ke bumi untuk menolong manusia keluar dari penderitaan.

“Karena beliau melihat begitu kacaunya keadaan manusia saat itu dan penderitaan di mana-mana. Dewa Che Hang memilih wujud sebagai wanita, agar lebih leluasa untuk menolong kaum wanita yang membutuhkan pertolonganNya,” kata dia.
Kelenteng Dewi Kwan Im yang lebih dikenal dengan nama Kelenteng Burung Mandi, bukan hanya menjadi tempat sembahyang agama Konghucu. Kini, kelenteng yang dibangun sejak tahun 1747, menjadi objek wisata religi warga Tionghoa dari berbagai daerah.
Sejak berdiri hingga sekarang, kompleks kelenteng yang berada di bukit Burung Mandi telah 12 kali berganti kepengurusan. Ini dibuktikan dengan adanya pergantian kepengurusan berdasarkan tulisan tangan pada secarik kertas berwarna hijau yang ada di dalam Kelenteng tersebut.
Salah seorang pengurus kelenteng, Amin (76) mengatakan sejak berdiri, kelenteng pernah direnovasi pertama pada tahun 1985 lalu dan baru diresmikan pada tahun 1987 oleh Bupati Belitung pada waktu itu.
“Mungkin kedepan akan kita lakukan lagi renovasi, karena sejak berdirinya Kelenteng ini, baru satu kali dilakukan renovasi, tepatnya pada tahun 1985 lalu,” ungkap Amin.
Selain renovasi fisik bangunan, rencananya pengurus akan membangun patung Dewi Kwan Im setinggi 12 meter yang akan ditempatkan dibagian atas Kelenteng. Saat ini, titik lokasi pembangunan patung sudah diratakan dengan alat berat.
Ketua Yayasan Kelenteng Damar, Hendro Liu, usai peringatan hari kelahiran Dewi Kwan Im, membenarkan rencana pembangunan patung tersebut. Patung dibuat dari batu dengan bobot diperkirakan mencapai 100 ton.
Hendro menjelaskan, renovasi kelenteng diharapkan mampu menampung lebih banyak pengunjung, khususnya masyarakat Tionghoa dari berbagai daerah di pulau Belitung. Untuk tahap awal pendirian patung Dewi Kwan Im, pengurus hingga saat ini sudah melakukan pembuatan jalan menuju bukit.
“Ini kita lagi proses pembuatan Tiongkok. Patung tersebut tinggi sekitar 12 meter dengan berat 100 ton yang terbuat dari batu. Nanti akan di dirikan diatas bukit yang dikelilingi oleh bebatuan yang ada di sekitar kelenteng ini. Ini juga diharapkan menjadi wisata religi yang ada di Beltim pada khususnya,” terang pria yang akrab disapa Hendro, Selasa (4/8) kemarin.
Dibuatnya patung tersebut, kata Hendro, bertujuan untuk mengenang jasa Dewi Kwan Im yang sudah memperjuangkan manusia pada masa lalu. Menurut legenda, Dewi Kwan Im banyak membantu dan memberikan pertolongan kepada manusia.
“Kepercayaan ini merupakan turun temurun yang dipercayai oleh warga Tionghoa,” ujar Hendro. (feb)