Perayaan Sembahyang Rebut di Kelenteng Kampit

by -

Ratusan Umat Tionghoa Berbagai Daerah Berkumpul

KELAPA KAMPIT – Ratusan masyarakat Tionghoa dari berbagai daerah  se Indonesia berkumpul merayakan Chit Nyet Pan atau dikenal sebagai Sembahyang Rebut yang digelar Yayasan Kelenteng Kelapa Kampit. Perayaan sembahyang rebut yang bertepatan dengan perayaan HUT RI ke 70 ini, berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (27-29/8) pekan lalu.

Prosesi sembahyang rebut yang dalam penanggalan Imlek jatuh pada tanggal 15 bulan 7 atau Chit Nyet Pan mengundang perhatian berbagai kalangan. Prosesi tersebut dihelat di pelataran Kelenteng Jalan Pantai Pering Desa Mayang dan di pelataran Kelenteng Pasar Kelapa Kampit.

Pembukaan dimulai dengan diawali membuka penutup wajah pada patung dewa atau biasa disebut dengan Antu Gede. Itu merupakan penanda dimulainya rangkaian prosesi sembahyang rebut tersebut.

Ketua Panitia Kamarudin Muten menjelaskan, pada masa sembahyang rebut pintu akhirat dipercaya tengah terbuka lebar. Sehingga, arwah-arwah gentayangan turun ke Bumi dalam keadaan kelaparan dan tidak terawat.

“Warga Tionghoa pun melakukan ritual penyambutan para arwah dengan menyediakan persembahan berupa sesajian sebagai bekal, antara lain makanan, minuman, dan buah-buahan. Ada juga rumah-rumahan, uang serta pakaian yang semuanya terbuat dari kertas. Itu maksudnya penyambutan, kalau etnis Tionghoa bilang itu artinya pintu akhirat dibuka,” kata pria yang akrab disapa Afa kepada Belitong Ekspres. (feb)