Perbaikan 400 Titik Lampu Jalan Mati Selesai Akhir April

by -
Perbaikan 400 Titik Lampu Jalan Mati Selesai Akhir April
Kepala Dinas Perhubungan Beltim, Adlan Taufik.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Sebanyak 400 dari jumlah 2.375 titik lampu yang terpasang di Kabupaten Beltim dalam keadaan mati atau rusak hingga akhir Maret lalu. Jumlah kerusakan itu tidak termasuk lampu jalan di ruas jalan Provinsi maupun pusat.

“Sampai dengan awal April jumlah lampu yang mati kurang lebih 400 titik lampu. Mudah-mudahan diakhir April bisa diperbaiki semua, yang masuk kewenangan Kabupaten. Di luar itu kami koordinasikan dengan Provinsi atau pusat terkait fasilitas ini,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Beltim, Adlan Taufik.

Diakui Adlan, perbaikan lampu jalan yang termasuk dalam fasilitas jalan merupakan program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati. Dengan sisa waktu yang ada, Adlan tetap optimis akan terselesaikan.

Menurutnya, salah satu perintah Bupati adalah Beltim Terang Benderang. Namun wujud program itu adalah memastikan seluruh titik lampu dalam keadaan menyala, setidaknya dengan jumlah tersedia yakni 2.375 titik lampu.

“Kami sudah melakukan pendataan terkait jumlah dan lampu jalan yang kurang bermanfaat atau tidak berfungsi dengan baik. Mudah-mudahan di akhir April kami sudah dapat data itu. Ada penekanan pak Bupati bagaimana menambah penerangan jalan umum,” tukasnya.

Adlan melanjutkan, upaya itu sudah ditindaklanjuti dengan penawaran sejumlah investor yang bisa melakukan percepatan melalui sistem KPBU. Cara lainnya adalah mekanisme penunjukkan langsung. “Kami masih telaah (penunjukkan langsung) apakah mungkin karena diluar dari Rp.200 juta harus melalui proses lelang sebetulnya,” jelasnya.

Selain lampu jalan, Adlan memastikan Dishub tetap memastikan percepatan rencana pembangunan pelabuhan Dendang maupun pelabuhan Manggar. Salah satu yang digesa untuk pelabuhan Dendang adalah meminta pihak UPP terkait hibah lahan dan mempercepat pemberian akses jalan angkut pelabuhan milik PT SMM.

“Mudah-mudahan ada jawaban terbaik dari mereka di akhir April. Di pelabuhan Manggar juga sama dengan itu, untuk mempercepat prosesnya. Pelabuhan Manggar lebih spesifik karena dokumen pengelolaan lingkungan izin persetujuan pengelolaan lingkungan yang harus dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup dalam proses pembahasan oleh mereka,” tandasnya. (msi)