Perda Tibum Jangan Jadi Hiasan Dinding

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*DPRD Berharap Segera Disosialisasikan dan Diterapkan

MANGGAR – Meski keberadaan Peraturan Daerah (Perda) pembinaan dan pengawasan ketertiban umum (Tibum) yang beberapa waktu lalu telah disetujui oleh DPRD Belitung Timur (Beltim). Namun persoalan yang menyangkut pelanggaran ketertiban umum di Beltim masih terus terjadi. Khususnya soal minuman keras yang dijual di tempat-tempat yang dilarang.

Dengan adanya Permendag no.6/M-Dag/Per/1/2015 tentang pengawasan dan pelarangan minuman beralkohol jenis Golongan A yakni 0 hingga 5 persen sampai saat ini juga belum dilakukan penindakan atau penegasan. Padahal pendistribusian dan peredaran minuman keras di Beltim sudah cukup meresahkan masyarakat karena telah menjalar hingga pelosok desa.
Hal ini kembali dipertegas oleh Anggota Komisi I, Koko Haryanto yang sebelumnya menjadi Ketua Pansus I dalam membahas Perda Tibum. Koko menilai bahwa setelah perda Tibum disahkan menjadi Peraturan Daerah, maka tidak ada alasan lagi bagi pemerintah daerah untuk menunda-nunda penerapannya.

Baca Juga:  Berkas Caleg Perindo Akan Dilimpahkan ke Pengadilan

“Untuk itu kami mengharapkan agar Perda Tibum tersebut dapat segera di sosialisasikan. Perda Tibum jangan hanya jadi hiasan dinding . Kami siap mendorong penerapan Perda Tibum ini segera di sosialisasikan ke masyarakat. Yang jelas secara hukum, sejak Perda ini disahkan, maka berlaku seketika itu juga,” harap Koko.
Koko menambahkan bahwa sejak dilakukan pembahasan, Perda Tibum ini memang diarahkan untuk pembinaan. Namun, jika ada pihak yang melanggar dan tidak mengindahkan, maka jangan dibina lagi tapi ditindak sesuai dengan aturan.

“Saya sampaikan jangan ragu kepada Dinas terkait dalam hal ini Satpol PP dalam menegakkan Perda ini. Kemarin eksekutif menunggu Perda ini disahkan, setelah disahkan agar segera dijalankan, jangan jadikan Perda ini sebagai hiasan dinding saja,” tegas Koko Politisi Partai PBB tersebut.
Seperti halnya edaran tentang minuman keras yang beberapa waktu lalu dikeluarkan, Koko menghimbau agar tidak sekadar himbauan, tapi dibarengi dengan penertiban di lapangan.  Bila tidak ada perubahan, maka ini akan timbul pertanyaan ada apa di lapangan.

Baca Juga:  Curi Timah 400 Kg, Pipit Terancam 7 Tahun Penjara

“Kami tidak ingin ada lagi keluhan-keluhan dari masyarakat atas keberadaan Miras dan cafe-cafe. Jika Perda ini tidak efektif, tidak ada gunakan disahkan kalau keadaannya tidak ada kemajuan berarti bagi daerah. Khususnya masalah penyakit masyarakat yang sering terjadi,” tutup Koko sembari mengingatkan Perda Tibum sudah empat kali dibahas dan baru tahun ini disahkan. (feb)

Tags:
author

Author: