Pergeseran Arah Kiblat Hanya Isu

by -

PANGKALPINANG – Kementerian Agama RI kembali menegaskan bahwa pergeseran arah kiblat yang belakangan ini santer dikabarkan hanyalah sebatas isu belaka. Masyarakat pun dihimbau tak perlu merasa resah terhadap isu murahan tersebut.
Hal ini secara tegas disampaikan Kasubdit Pembinaan Syariat dan Hisab Ru’yat Kementerian Agama RI, Nurhozin, kepada Babel Pos usai menjadi narasumber dalam kegiatan aplikasi hisab ru’yat, pengukuran arah kiblat dan musyawarah kerja dewan masjid Indonesia (Musker DMI) Kota Pangkalpinang periode 2015-2020 yang digelar di ruang pertemuan Pemkot Pangkalpinang, Selasa (24/11) kemarin.
“Ya kita akui isu pergeseran arah kiblat ini sudah semakin meresahkan masyarakat. Tapi kita tegaskan itu hanya isu saja, jadi masyarakat tak perlu resah ataupun khawatir,” tegas Nurhozin.
Menurut Nurhozin, perubahan arah kiblat bisa saja terjadi dikarenakan faktor alam seperti gempa. Hanya saja, katanya, pergeseran yang terjadi cukup kecil sehingga tidak terlalu mengurangi makna ibadah.
“Bisa saja sih karena gempa, tapi itu pun kalau gempanya sudah sampai berpuluh-puluh tahun. Itu pun pergeserannya cukup kecil paling nol koma sekian derajat,” katanya.
Nurhozin mengakui, saat ini di Indonesia memang ada sejumlah masjid yang arah kiblatnya kurang pas. Hal itu menurutnya dikarenakan saat pengukuran pembangunan masjid, para pengurus masjid dan tokoh agama kurang memahami bagaimana menentukan arah kiblat yang sebenarnya, sehingga arah kiblatnya kurang tepat.
“Karena masyarakat kita ini beranggapan bahwa ka’bah itu berada di sebelah barat, jadi masyarakat beranggapan arag masjidnya mengarah ke barat. Padahal kalau di Indonesia arah kiblatnya agak serong ke utara,” ungkapnya.
Namun bagi masjid yang sudha terlanjur dibangun namun arah kiblatnya kurang pas, lanjut Nurhozin, masjid tersebut tidak perlu dirobohkan. Masyarakat, katanya, hanya perlu merubah shaf sholatnya saja.
“Karena kalau mau merobohkan masjidnya kan nggak mungkin, jadi rubah saja shafnya. Nah kedepan kalau masyarakat ingin meminta bantuan kita untuk menentukan arah kiblat saat pembangunan masjid, kita siap melayani. Karena itu memang sudah tugas kita. Karena kalau pengukuran dengan kompas terkadang tidak pas, sebab kadang-kadang kompas ini kan peka terhadap medan magnet, jadi arahnya selalu berubah-rubah,” tukasnya. (pas)