Pergi Mancing Pulang Tinggal Nama, Boat Tenggelam di Perairan Membalong

by -
Pergi Mancing Pulang Tinggal Nama, Boat Tenggelam di Perairan Membalong
Warga saat mengevakuasi terhadap mayat korban yang tewas tenggelam, Kamis (9/7).

belitongekspres.co.id, BADAU – Berangkat mancing bersama rekan-rekannya, Ade Rahmat (59) warga Bulu Tumbang, kembali dalam kondisi tak bernyawa (meninggal dunia). Hal itu disebabkan perahu boat yang ditumpanginya, mengalami kecelakaan di perairan Menduluk, Membalong, Kamis (9/7).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi yang ada di lapangan menyebutkan, saat itu dia bersama belasan rekan-rekannya hendak mancing di kawasan Pulau Lima. Mereka berangkat dengan menggunakan dua perahu.

Namun setiba di lokasi kapal yang ditumpangi korban, diduga mengalami kebocoran akibat diterpa gelombang hingga akhirnya menabrak batu karang. Sehingga menyebabkan kapal oleng dan tenggelam.

Akibat kecelakaan itu, korban yang sudah berusia 59 tahun ini tidak dapat menyelamatkan diri. Akhirnya dia meninggal dunia. Sedangkan beberapa orang lainnya berhasil dievakuasi oleh nelayan asal Dudat yang melintas. Setelah itu korban dibawa ke dermaga Pegantungan.

Ketua BPD Desa Pegantungan Sartodi yang merupakan saksi dalam peristiwa ini mengatakan, saat itu dia mendapatkan informasi dari masyarakat nelayan sekitar pukul 07.00 WIB. Mendapat kabar itu, di langsung menuju dermaga.

“Setiba di dermaga, kita langsung telpon ambulans untuk membawa korban ke kediamannya,” kata Sarto kepada Belitong Ekspres saat ditemui di Kantor Pegantungan.

Belum diketahui pasti kondisi terakhir kapal yang tenggelam pasca kecelakaan kemarin. Sebab pihak kepolisan masih mengumpulkan data, dan keterangan saksi-saksi. Dalam hal ini, Polisi dan TNI juga ikut melakukan evakuasi.

“Dalam kasus ini anggota Babinsa kita sudah datang ke lokasi. Yakni untuk mendata korban, dan membantu membantu masyarakat saat evaluasi,” kata Perwira Kodim 0414 Belitung Letda Suji kepada Belitong Ekspres. (kin)

Editor: Yudiansyah