Perhotelan Hadapi Masalah Logistik

by -

*Harga Barang Kebutuhan Sering Naik Tinggi

TANJUNGPANDAN-Salah satu problematika yang dihadapi industri perhotelan di Belitung dalam era persaingan adalah masalah logistik. Sebab, harga barang-barang kebutuhan di Belitung terbilang tinggi. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, harga barang melonjak tinggi sehingga mempengaruhi tingginya biaya (cost)  dalam industri perhotelan. Akibatnya, berpengaruh terhadap tingkat kompetitif (competitiveness) industri pariwisata Belitung dengan daerah lain.

“Masalah logistik di Belitung harus jadi catatan penting dari pemerintah dan pihak terkait. Sebab, tingginya harga-harga barang jelas berpengaruh langsung pada tingginya cost perusahaan,’’ papar General Manager BW Suite Hotel Belitung Nanang Sumardjono, kepada Belitong Ekspres, Sabtu (19/3) akhir pekan lalu.

Menurut Nanang, catatan yang dia terima, contoh kongkret dari tingginya harga barang seperti terjadi pada akhir tahun 2015 lalu. Di awal triwulan keempat 2015, inflasi di Belitung mencapai 13,6 persen. Ini rekor tertinggi kedua setelah Sorong yang mencapai inflasi 16 persen.

Dijelaskan, pada saat itu, pedagang menaikkan harga dengan kesan seolah semaunya sendiri. Misalnya, harga buah dan sayur Rp 14 ribu, mereka menaikan dengan harga bisa dikatakan mahal. Padahal, bujet khususnya hotel tidak sampai ke harga yang di naikan oleh pedagang tersebut. Akhirnya yang terjadi, hotel harus menaikkan tarif sejumlah layanan untuk menyeimbangkan cost perusahaan.

“Mereka (pedagang,Red) beralasan lantaran kondisi cuaca tidak bagus, barang telat datang dan juga minim logistik yang dikirim ke Belitung. Itu yang selalu menjadi alasan para pedagang yang seolah menaikan harga semaunya sendiri,” katanya.

Untuk mengatasi solusi agar kejadian seperti tahun 2015 tidak kembali terjadi, Nanang Sumardjono meminta pemerintah untuk merealisasikan tol laut. Sehingga, logistik dari Jakarta maupun Pulau Jawa dapat masuk dengan mudah ke Belitung.

“Kalau adanya tol laut, maka harga-harga barang akan bisa turun. Jadi, ndak ada lagi alasan kondisi cuaca, sehingga para pedagang ini menaikan harga dagangannya terlalu tinggi. Kalau yang terjadi begini terus, Belitung sulit untuk berkompetisi dengan destinasi wisata lain yang mungkin harga-harga barang kebutuhannya relatif lebih murah,” pungkasnya.(kin)