Peringatan untuk Warga Belitung, Nekat Gelar Pesta Pernikahan Diancam Pidana

by -
Peringatan untuk Warga Belitung, Nekat Gelar Pesta Pernikahan Diancam Pidana
Anggota Polsek Badau saat memasang stiker himbauan maklumat Kapolri di salah warung. (Foto istimewa)

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kepolisian Resort (Polres) Belitung mewarning masyarakat agar menghentikan kegiatan keramaian, termasuk tak menggelar pesta pernikahan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Itu merupakan isi maklumat Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis nomor Mak/2/III/2020.

Dalam maklumat itu berisikan tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19). Sehingga kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak ditiadakan.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono melalui Kasatreskrim AKP Erwan Yudha Perkasa mengatakan, sesuai maklumat kapolri jajarannya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat.

Yakni agar tidak menggelar kegiatan yang mendatangkan banyak massa. Jika sudah diingatkan, tapi masih melanggar sudah jelas ada ketentuan pidana-nya.

Salah satunya acara resepsi pesta pernikahan. Menurut Erwan, maklumat tersebut juga berlaku di Kabupaten Belitung. Ketika disinggung mengenai jika ada masyarakat yang tetap melakukan pernikahan, AKPOL 2007 ini masih enggan berkomentar banyak.

“Pastinya kami sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuat acara massal. Atau mendatangkan masyarakat sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dan ketentuannya sudah jelas, jika melanggar ada sanksi pidana,” kata AKP Erwan kepada Belitong Ekspres, Rabu (25/3) kemarin.

Sementara itu, Jajaran Polsek Badau juga telah memasang sejumlah spanduk di sejumlah titik. Spanduk raksasa tersebut berisi maklumat dari Kapolri Jendral Polisi Idham Azis, tentang kepatuhan pemerintah dalam penanganan virus Corona.

Kapolsek Badau Iptu Sugraito mengatakan, selain memasang spanduk dirinya juga menugaskan Bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi. Seperti tidak menggelar acara yang mendatangkan orang banyak. Selain itu, juga menyebar stiker himbauan di warung-warung dan fasilitas umum.

Iptu Sugraito menegaskan, jika ada oknum yang tetap menggelar pesta pernikahan (mendatangkan orang banyak) maka akan dibubarkan. Sebab, jajarannya telah melakukan himbauan kepada masyarakat.

Bahkan, jika ada oknum yang tetap nekat menggelar acara maka orang tersebut bisa dipidanakan. Yakni melanggar Pasal 14 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 Tentang penyakit menular. Ancaman hukumannya satu tahun penjara.

“Menyikapi masalah ini, kami juga meminta kepada masyarakat agar tidak berlebihan menyikapi virus ini. Meski begitu tetap waspada dan menerapkan pola hidup sehat. Seperti makan lauk, sayur dan buah dengan teratur, serta selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan,” imbau Kapolsek.

Tidak hanya pihak kepolisian yang mengeluarkan maklumat tentang larangan untuk menggelar pesta pernikahan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk MUI Kabupaten Belitung.

Sekertaris MUI Kabupaten Belitung H Ramansyah mengatakan, untuk pernikahan sudah ada himbauan dari Kemenag dan KUA. Yakni larangan sementara agar tidak melakukan aktivitas hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Untuk MUI, kita tetap berpatokan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid 19. Yakni tidak menggelar kegiatan yang mendatangkan orang banyak,” kata Ramansyah.

Sebelumnya, Polri mengklaim telah menghentikan sejumlah kegiatan keramaian untuk mencegah atau mangatasi penyebaran virus corona jenis baru COVID-19. Hal tersebut mulai dilakukan setelah Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat pada 19 Maret lalu.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, warga diimbau untuk pulang ke rumah masing-masing dan sejauh ini tidak ada yang melawan. Warga paham dan mengikuti imbauan tersebut. Salah satu contohnya saat aparat kepolisian menyudahi acara resepsi pernikahan yang banyak dihadiri masyarakat.

“Banyak acara-acara giat (dibubarkan), bahkan resepsi nikahan (dibubarkan). Tentunya dengan mengedepankan upaya persuasif, humanis. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada insiden, seluruh masyarakat kooperatif paham dengan ancaman wabah ini,” ujar Iqbal kepada wartawan, Senin (23/3).

Menurut Iqbal, seluruh personel Polri yang berjumlah 460 ribu personel terlibat guna membantu menyampaikan maklumat ini ke masyarakat. Mereka yang nongkrong di kafe untuk hanya sekadar minum kopi di malam hari pun diminta bisa pulang ke rumahnya masing-masing.

“Lebih dari 500 Polres, 5.000 Polsek bergerak. Kami lakukan tindakan-tindakan kemanusiaan, upaya persuasif humanis, untuk sampaikan kalimat-kalimat imbauan kepada masyarakat yang masih terlihat berkumpul,” beber Iqbal.

Dalam pelaksanaannya, Polri dibantu pihak lain mulai dari TNI hingga hingga RW dan RT. Cara penyampaiannya semisal seruan dari atas kendaraan hingga tatap muka tetapi tetap memerhatikan jarak atau social distancing. “Bapak Kapolri sudah mengatakan dalam maklumatnya bahwa asas hukum tertinggi adalah keselamatan publik,” tandasnya. (kin)

Editor: Yudiansyah