Periode 2018, Mandiri Syariah Kantongi Laba Bersih Rp 605 Miliar

by -
bank mandiri syariah edisi 13 maret 2019

bank mandiri syariah edisi 13 maret 2019

belitongekspres.co.id, Tahun 2018, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatat laba bersih naik 65,74 persen (year on year) menjadi Rp 605 miliar, dibandingkan akhir 2017 yang sebesar Rp 365 miliar. Bukti keberhasilan fokus penumbuhan segmen ritel dan pengembangan transaction banking.

Direktur Utama Mandiri Syariah Toni EB Subari mengatakan, peningkatan laba itu ditopang oleh membaiknya Fee Based Income (FBI) sebesar 19,4 persen. Semula Rp 943 miliar pada tahun 2017 menjadi Rp 1,13 triliun per akhir 2018.

Selain dari FBI, sumber laba perusahaan adalah pertumbuhan pendapatan margin bagi hasil bersih yang meningkat Rp 402 miliar atau secara tahunan tumbuh 5,52 persen menjadi Rp 7,69 triliun per akhir 2018.

Pendapatan margin bagi hasil bersih Perseroan pada tahun 2017 sebesar Rp 7,29 triliun. Pertumbuhan margin bagi hasil bersih tersebut didorong oleh pertumbuhan dan perbaikan kualitas pembiayaan.

Toni menjelaskan, beberapa pengembangan ke arah transaction banking yang dilakukan di antaranya layanan mobile banking dengan beragam fitur, pembukaan rekening online, dan layanan asisten interaktif Aisyah.

“Pengembangan bisnis ke arah transaction banking meningkatkan pendapatan berbasis fee (Fee Based Income/FBI). Kami bersyukur pada tahun 2018 membukukan peningkatan laba 65,7 persen,” ujarnya di Jakarta, Senin (11/3).

Selama tahun 2018, Toni menuturkan, indikator bisnis perusahaan seperti pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan pembiayaan sangat baik.

‘’Tahun ini dengan total aset mencapai Rp 98,34 triliun Mandiri Syariah sudah naik ke peringkat 15 di Indonesia. Kami sudah masuk 15 bank besar. Dibandingkan aset 2017 yang sebesar Rp 87,94 triliun, kenaikan asset bank sebesar 11,83 persen (yoy),” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan aset didorong oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 12,30 persen (yoy) dari Rp 77,90 triliun per Desember 2017 menjadi Rp 87,47 triliun pada Desember 2018.

Komposisi Low Cost Fund sebesar Rp 44,46 Triliun, tumbuh 10,16 persen (yoy) atau porsinya 50,82 persen dari total DPK yang berhasil dihimpun. Dengan penambahan 759 ribu rekening baru, total rekening nasabah Mandiri Syariah per Desember 2018 menjadi 7,99 juta rekening. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *