Pernah Habisi Pacar, Kini Pasien Gangguan Jiwa Bacok Kepala Ayahnya

Pasien gangguan jiwa Darsono alias Kacang

Pasien gangguan jiawa, Darsono alias Kacang.

belitongekspres.co.id, DAMAR – Peristiwa menggegerkan 21 tahun yang lalu (1998) di Desa Mempaya Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), kembali terulang. Setelah dulunya menghabis sang pacar dengan sebilah kampak, Darsono (45) kini membacok kepala ayahnya pakai parang.

RajaBackLink.com

Kapolsek Manggar AKP Suseno Joko Waluyo mengatakan, peristiwa berdarah ini terjadi Jumat (9/8) sekira pukul 14.00 WIB di kediaman Korban, Jalan Tinjau Desa Mempaya. Saat itu, ayahnya Asmiran (74) berencana mengajak Darsono alias Kacang untuk berobat.

Pelaku merupakan pasien Rawat Jalan BKJM (Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat) Beltim sejak Tahun 2017, dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sungai Liat. Korban diajak berobat, karena sudah tiga hari sebelumnya menunjukkan sifat yang kurang baik.

Saat itu sekira Pukul 14.00 WIB, korban Asmiran dan istri (Jumiati) sedang duduk di teras belakang rumah kediamannya. Tiba-tiba dari arah belakang dia (pelaku) sudah memegang parang dan langsung menghunjamkan ke kepala ayahnya tersebut.

“Akibat kejadian ini kepala Asmiran mengalami luka robek. Melihat kejadian itu istri korban Jumiati langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk membawa Asmiran ke RSUD Beltim,” ujar AKP Joko kepada Belitong Ekspres, Sabtu (10/8).

Dijelaskan Kapolsek Manggar, saat seluruh warga dan keluarga panik, Kacang melarikan diri dan menghilang. Beberapa warga langsung menghubungi kepolisian, Kemudian AKP Joko menuju TKP untuk menggerakan tim melakukan pengejaran pasien gangguan jiwa itu.

“Sekira Pukul 18.00 WIB bertempat di Jl Tinjau Dusun Mempaya 3 Rt 13 RW, Desa Mempaya Damar, Anggota Sat Rekrim Polres Beltim, Unit Reskrim Polsek Manggar, Unit Intel Polsek Manggar bersama dengan Sat Pol PP Beltim dan Masyarakat setempat mendapati Pelaku. Kemudian kita langsung mengamankan Pelaku untuk dibawa menuju BKJM Beltim,” jelas AKP Joko.

Menurut AKP Joko, akibat peristiwa tersebut ayah kandungnya pelaku terpaksa harus mendapat perawatan intensif di RSUD Beltim. Sebab, korban mengalami luka robek sabetan parang yang cukup serius di bagian kepalanya.

Atas kejadian ini, AKP Joko Waluyo berpesan, perlu adanya bimbingan dan Penyuluhan dari Dinas terkait, khususnya Dinas Sosial Kabupaten Beltim kepada Masyarakat yang memiliki saudara sakit jiwa. Baik itu tentang tata cara perawatan pasien ataupun tindakan yang harus dilakukan jika pasien dalam keadaan tidak stabil.

“Perlu adanya pengecekan dan pengawasan secara berkala dari Dinas terkait Khususnya Dinas Sosial Beltim kepada setiap pasien rawat jalan yang memiliki sakit jiwa. Sehingga dapat mengurangi kejadian tindak penganiayaan yang serupa,” pintanya.

Selain itu, dia menekankan, perlu adanya pemberian himbauan kepada masyarakat yang memiliki senjata tajam pisau, parang/golok, dan lain-lain. “Kami minta agar dapat menyimpan barang tersebut di tempat yang aman. Yang tidak bisa dijangkau oleh anak–anak ataupun masyarakat yang memiliki sakit jiwa, sehingga kejadian serupa tidak terjadi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kacang sudah diamankan di BKJM Beltim untuk mendapatkan perawatan serius terhadap kesehatan jiwanya. Kacang mulai mengalami gangguan jiwa dimulai sejak dia melakukan pembunuhan keji terhadap pacarnya 21 tahun lalu.

Kejadian ini dipicu api cemburu. Secara diam-diam dia mendatangi pacarnya yang sedang asik nonton hiburan musik, dan tiba-tiba dia menghujamkan kampak ke bagian kepala sang pacarnya, hingga isi kepala korban berhamburan.

Lalu, tahun 1998 itu dia menjalani hukuman selama 6 tahun atas perbuatannya. Sejak itulah Dia mulai mengalami gangguan jiwa serius hingga dirawat di RSJ Sungailiat. Kemudian sejak tahun 2017 hingga saat ini Kacang menjadi pasien rawan jalan di BKJM Beltim. (dny)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply