Persediaan Vaksin di Beltim Menipis, Tersisa 470 Dosis

by -
Persediaan Vaksin di Beltim Menipis, Tersisa 470 Dosis
Ilustrasi

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Persediaan vaksin di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai menipis dan hanya bertahan untuk vaksinasi selama satu minggu kedepan. Data persediaan vaksin hingga Rabu (4/28) dilaporkan hanya bersisa 47 vial alias 470 dosis. Namun masyarakat tidak perlu khawatir, tambahan vaksin diperkirakan akan tiba, Kamis (29/4).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Beltim Supeni mengatakan sisa vaksin akan disuntikkan pada sasaran prioritas yaitu lansia. “Kita tetap gencar melaksanakan vaksinasi meskipun sedang berpuasa Ramadan. Hal ini demi terbentuknya herd immunity di antara masyarakat kita,” kata Supeni kepada Belitong Ekspres, kemarin.

Dia mengatakan stok vaksin akan bertambah karena besok bakal datang 130 vial alias 1300 dosis vaksin dari PT Biofarma. Penambahan ini akan membuat capaian vaksinasi di Belitung Timur bisa lebih tinggi.

Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Beltim sudah mencapai 29,8 persen. Angka itu merupakan tertinggi ketiga se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, setelah Pangkalpinang dan Bangka Tengah.

“Untuk tenaga kesehatan kita paling tinggi capaian vaksinasinya di Babel dengan 97,1 persen penyuntikan dosis pertama dan 94,1 persen untuk dosis kedua. Kemudian pelayan publik kita sudah 34 persen untuk dosis pertama dan 17,5 persen untuk dosis kedua,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Supeni, sasaran lansia sudah 17,4 persen yang disuntik vaksin dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru 3,21 persen karena jarak penyuntikkan minimal dua minggu dari dosis pertama.

Dinas Kesehatan Beltim juga memasukkan calon jamaah haji sebagai sasaran vaksinasi dan sudah 100 persen tervaksinasi. “Totalnya sekitar 5.500 orang sudah divaksinasi dari total sasaran 18.413 orang. Ini akan kita genjot terus,” kata Supeni.

Namun demikian, dia menegaskan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan biarpun sudah di vaksinasi. Dia mengatakan ada beberapa orang yang sudah vaksinasi namun masih terpapar virus corona.

“Sejatinya vaksin ini bukan sebagai alat kebal. Namun sebagai pengurang efek kesakitan saat orang tersebut terpapar corona. Jadi risiko terinfeksi virus ini masih tetap ada,” tutup Supeni.

Sementara itu, di Bangka Belitung stok vaksin di gudang farmasi Provinsi ada sebanyak 372 vial atau 3.720 dosis vaksin. Hal itu dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Kepulauan Bangka Belitung dr Bangun Cahyo belum lama ini. Menurutnya untuk Kabupaten dan kota saat ini dosis vaksin langsung dipasok dari Biofarma melalui PBF PT Tempo dan PT Kimia Farma.

“Di Babel per Sabtu (24/4) sudah ada 33,11 persen atau 60.540 orang yang sudah divaksinasi. Angka ini akan terus bergerak naik seiring dengan bertambahnya minat masyarakat untuk divaksinasi,” kata dr Bangun. (msi)