Pertama di Babel, Pemkab Belitung Launching Desa Digital

by -
Pertama di Babel, Pemkab Belitung Launching Desa Digital
Bupati Belitung Sahani Saleh bersama jajaran forkopimda menekan tombol pada layar sebagai tanda peluncuran Desa Digital, Selasa (2/2).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung resmi melaunching Desa Digital, bertempat di Gedung Serbaguna Tanjungpandan, Selasa (2/2). Bupati Belitung Sahani Saleh bersama jajaran forkopimda menekan tombol pada layar sebagai tanda peluncuran program tersebut.

Desa Digital merupakan program yang diinisasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD), Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Belitung.

Program tersebut dipersiapkan untuk menuju smart island, karena dari desa pemerintah level bawah sudah mulai menerapkan kecanggihan informasi berbasis online. “Program ini nantinya mempermudah sistem penyelenggaraan pemerintah desa demi pelayanan masyarakat dan masyakata bisa buka kapan saja,” kata Bupati Belitung.

Menurut Bupati Belitung, selain itu program Desa Digital juga untuk mendukung Belitung menuju Unesco Geopark Global (UGG). Sehingga mulai dari desa sudah siap memberikan dukungan melalui Desa Digital itu salah satunya.

Kata dia, peluncuran Desa Digital menunjukkan kesiapan pemerintah desa untuk menerapkan kemajuan teknologi dan informasi dalam pelayanan terhadap masyarakat maupun dalam pengelolaan pemerintahan desa.

“Ini juga salah satu untuk mencegah potensi korupsi karena semuanya sudah online, dan keterbukaan kita melalui IT. Intinya untuk mempermudah lah pembangunan di desa,” jelas Bupati yang karib disapa Sanem.

Sementara itu, Kepala DPPKBPMD Kabupaten Belitung, Suksesyadi mengatakan, saat ini terdapat empat aplikasi pada program Desa Digital. Diantaranya Aplikasi Siskeudes Online, transaksi non tunai, website desa dan sistem informasi pelayanan masyarakat (Sipmas) desa.

Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) merupakan aplikasi yang dibangun dan dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mulai tahun 2015. Untuk selanjutnya pada tahun 2019 bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola keuangan desa.

“Aplikasi ini aslinya merupakan aplikasi Berbasis offline. Di mana database setiap desa akan disimpan dalam desktop komputer/laptop setiap desa, dan nanti dalam pelaporannya akan dikompilasi oleh Kabupaten dan terkumpul dalam satu database,” jelas Suksesyadi.

Dengan menggunakan aplikasi Siskeudes Online kata dia, maka database akan tersimpan secara terpusat dalam 1 Server di Kominfo Belitung. Sehingga diharapkan aksesnya akan menjadi lebih mudah dan sehingga aman.

Selain itu, sistem pengawasan oleh Inspektorat juga menjadi lebih mudah apalagi setelah nanti terkoneksi ke dalam Aplikasi Siswaskeudes. “Kabupaten Belitung merupakan Kabupaten Pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menerapkan siskeudes online,” terang pria yang karib disapa Haji Sukses.

Kemudian transaksi non tunai atau Internet Banking lanjut dia, merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Bank Sumsel Babel. Bank Sumsel Babel merupakan mitra Pemerintah Desa dalam Perbankan meliputi Penyaluran, Pencairan dan Penyimpanan Keuangan Desa dalam Rekening Kas Desa (RKD).

Makanya, dengan penerapan Internet Banking pada Pemerintahan Desa diharapkan setiap transaksi keuangan yang ada di Desa dapat dilacak dengan jelas. Dengan demikian, dapat meminimalisir usaha yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan keuangan desa.

“Kabupaten Belitung juga merupakan Kabupaten Pertama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang menerapkan Transaksi Non Tunai (Internet Banking) pada Pemerintah Desa,” sebut H Sukses.

Haji Sukses, untuk Website Desa merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belitung sebagai media pelayanan publik resmi desa untuk mengetahui perkembangan situasi dan kondisi desa masing-masing.

“Sarana publikasi kegiatan desa, publikasi pelayanan yang ada di desa, promosi potensi desa, sarana portal berita online desa terbaru dan teraktual serta sebagai sumber data yang lengkap yang dapat diakses oleh masyarakat di seluruh penjuru dunia,” bebernya.

Lebih lanjut dia memaparkan, Sipmas merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung

“Aplikasi ini untuk memudahkan Pemerintah Desa dalam memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih prima kepada masyarakat di wilayahnya dalam mengurus administrasi ke pendudukan,” papar H Sukses.

Dia menjelaskan, aplikasi ini menggunakan akses Data kependudukan yang bersumber dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK). Sehingga untuk selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung dalam pemanfaatan data Kependudukan, setelah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri. (dod)